Bagaimana Mengenali Percobaan Louis Pasteur

Louis Pasteur bereksperimen dengan merancang alat dalam bentuk labu
dilengkapi dengan leher angsa berbentuk tabung panjang. Dia menyiapkan solusi kaldu nutrisi cair dan kemudian memasukkannya ke dalam termos, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu meninggalkan untuk beberapa waktu dan udara tanpa perlakuaan apapun dan tanpa filter membiarkan keluar dari termos. Setelah inkubasi selama beberapa waktu tidak ditemukan mikroorganisme hidup dalam labu.

Alasannya adalah bahwa partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka menetap di leher angsa bagian tabung hudup berbentuk U dan aliran udara berkurang, sehingga partikel tidak terbawa ke labu. Jika labu mengandung hara kemudian ditempatkan miring, sehingga memungkinkan partikel debu memasuki aliran udara melalui labu, kemudian setelah kehidupan penyimpanan panjang mikroorganisme yang ditemukan dalam labu.

Hasil percobaan ini memberikan bukti kuat bagi para ahli untuk menjadi ketidakabsahan abiogenesis dan kemudian para ahli pada waktu itu menerima teori baru tentang asal usul kehidupan dengan teori biogenesis, yang berarti bahwa kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya. Pasteur karya juga diproduksi di bidang mikrobiologi yang terkenal, termasuk sekitar fermentasi dan mikroorganisme penyebab penyakit dan fermentasi datang teori kuman dan teori kuman penyakit.

Teori Biogenesis yang menyatakan bahwa:

  • Setiap makhluk hidup berasal dari telur = omne vivum ex ovo
  • Setiap telur berasal dari makhluk hidup = omne ovum ex vivo
  • Setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya = omne vivum ex vivo.

Louis Pasteur Penemu Vaksin

Selain vaksin rabies yang telah dikemukakan diatas,Pasteur juga menemukan vaksin kolera pada ternak dan anthrax.

Vaksin tersebut terbuat dari bakteri patogen yang sudah dilemahkan kemudian disuntikkan pada si penderita. Ide pembuatan vaksin tersebut kemudian diikuti oleh ilmuwan lain untuk mengembangkan vaksin penyakit lain.

Louis Pasteur Penemu Pasteurisasi

Louis Pasteur menemukan bahwa penyebab rasa asam atau rasa tidak enak pada minuman (wine, susu, dll) jika dibiarkan dalam jangka waktu lama adalah bakteri.

Louis Pasteur kemudian menciptakan suatu metode untuk menghilangkan bakteri patogen tersebut.Metode itu ialah Pasteurisasi.

Pasteurisasi merupakan suatu metode untuk membunuh patogen dengan proses pemanasan. Patogen tersebut adalah penyebab makanan dan minuman menjadi busuk atau basi.

Sejarah dan biografi singkat Louis Pasteur

Louis Pasteur (lahir di Dole, Jura, Franche-Comté, Prancis, 27 Desember 1822 – meninggal di Marnes-la-Coquette, Hauts-de-Seine, Prancis, 28 September 1895 pada umur 72 tahun) adalah ilmuwan kelahiran Prancis.

Sebagai ilmuwan, ia berhasil menemukan cara mencegah pembusukan makanan hingga beberapa waktu lamanya dengan proses pemanasan yang biasa disebut pasteurisasi. Louis Pasteur memulai kariernya sebagai ahli fisika di sebuah sekolah lanjutan atas.

Pada usia 26 tahun ia sudah menjadi profesor di Universitas Strasbourg, kemudian ia pindah ke Universitas Lille dan di sana pada tahun 1856 ia melakukan penemuan yang berarti sangat besar bagi bidang kedokteran. Penemuan awalnya adalah pasteurisasi yaitu mematikan bakteri yang ada di susu dengan pemanasan.

Louis Pasteur ilmuwan pendukung teori Biogenesis terkenal dengan teori “Omne ovum ex vivo omne vivum ex ovo”

Pasteur juga membuat obat untuk pencegah penyakit antraks dan suntikan melawan penyakit anjing gila rabies. Pada waktu itu orang yang digigit oleh anjing gila akan menderita penyakit yang disebut hidrofobia. Suntikan rabies Pasteur tidak hanya mencegah tetapi juga mengobati penyakit tersebut.

Pada hari ulang tahunnya yang ke 70 para dokter dan ilmuwan dari seluruh dunia berkunjung ke Paris untuk menghormatinya. Sejak tahun 1888 karya Pasteur dilanjutkan di Institut Pasteur di Paris. Kini institut itu mempunyai cabang di 60 negara. Makamnya terdapat di bawah Institut tersebut, jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati terbuat dari marmer dan granit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *