Apa Perbedaan Pembuatan Koloid Cara Kondensasi dan Dispersi

Apa Perbedaan pembuatan koloid cara kondensasi dan dispersi!

  • Pembuatan koloid dengan cara dispersi ¬†yaitu pembuatan koloid dengan mengubah dari suspensi kasar menjadi partikel koloid.
  • Pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah dengan mengubah partikel-partikel larutan yang terdiri dari molekul-molekul atau ion-ion menjadi partikel koloid. Cara kondensasi ini merupakan cara kimia, misalnya: reaksi hidrolisis, reaksi dekomposisi rangkap, reaksi pergantian perlarut dan reaksi redoks.

Apa itu Dispersi?

Pembuatan koloid dengan cara dispersi dapat dilakukan 4 cara, salah satunya yaitu dengan cara mekanik (dispersi langsung), cara mekanik dilakukan untuk memperkecil partikel zat terdispersi. Partikel diperkecil dengan cara menggerusnya hingga partikel sampai ukuran kecil. Proses dispersi dapat dilakukan tanpa bantuan zat kimiawi.

Dispersi adalah proses pembuatan yang berasal dari partikel yang lebih kasar dari koloid. Pembuatan dengan cara dispersi terdiri dari tiga jenis, yaitu mekanik, busur bredig, dan peptisasi.

1. Mekanik

Pada cara mekanik, sistem ini dibuat dengan cara penggerusan dan penggilingan. Bisa juga dilakukan lewat pengadukan dan pengocokan. Cara ini umum dilakukan dalam pembuatan sol belerang.

2. busur bredig

Sementara itu, metode busur bredig dilakukan dengan meletakkan logam yang akan dibuat sistem heterogen ini pada kedua ujung elektroda. Elektroda tersebut kemudian diberi arus listrik yang cukup kuat sehingga terjadi loncatan bunga api listrik. Panas kuat yang dihasilkan oleh percikan listrik menguapkan logam yang akan mengembun membentuk partikel ukuran koloid. Metode ini biasanya digunakan untuk membuat sol koloid dari logam seperti emas, platinum, dan lain-lain.

koloid

3. Peptisasi

Pembuatan dengan cara dispersi yang terakhir adalah peptisasi. Peptisasi adalah proses mengubah endapan menjadi sol koloid dengan mengocoknya menggunakan medium pendispersi dengan sedikit elektrolit. Selama peptisasi, endapan mengadsorpsi salah satu ion elektrolit di permukaannya.

Ini menghasilkan pengembangan muatan positif atau negatif pada endapan yang akhirnya memecah menjadi partikel yang lebih kecil dari ukuran koloid. Contohnya adalah pembuatan sol belerang dari endapan nikel sulfida dengan cara mengalirkan gas asam sulfida.

Apa itu Kondensasi?

Pembuatan koloid dengan cara kondensasi dilakukan untuk mengubah suatu larutan menjadi koloid. Proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi harus melibatkan reaksi-reaksi kimia sehingga nantinya dapat menghasilkan zat yang menjadi partikel-partikel terdispersi.

Selain dispersi, ada juga yang disebut kondensasi. Pada kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap atau pergantian pelarut.

Reaksi redoks biasa digunakan dalam pembuatan sol belerang dan sol emas. Sementara itu, reaksi hidrolisis digunakan dalam pembuatan sol Fe(OH)3. Dekomposisi rangkap atau pergantian pelarut dilakukan dalam pembuatan koloid As2S3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *