Apa Peranan Koloid dalam Penjernihan Air

2 Peranan dalam proses penjernihan air:

  • Adsorpsi,adalah penyerapan ion atau penyerapan listrik pada permukaankoloid (partikel-partikel koloid bermuatan listrik).
  • Koagulasi, adalah peristiwa pengendapan atau penggumpalan partikel koloid.

Penggunaan tawas merupakan contoh penerapan dua sifat koloid sekaligus, yakni adsorpsi dan koagulasi. Air yang keruh dapat dijernihkan dengan penambahan tawas. Kegunaan utama tawas adalah untuk menjernihkan air.

Peristiwa penyerapan pada permukaan suatu zat disebut adsorpsi. Suatu sistem koloid mempunyai kemampuan mengadsorpsi sebab zat-zat dalam bentuk koloid memiliki bentuk permukaan yang sangat luas. Apabila terjadi penyerapan ion pada permukaan partikel koloid, maka partikel koloid tersebut akan bermuatan listrik. Hal itulah yang dapat mengakibatkan terjadinya pengikatan kotoran-kotoran dalam air.

Partikel-partikel koloid dapat mengalami koagulasi atau penggumpalan dengan penambahan suatu elektrolit. Tawas (atau alum) mempunyai rumus kimia K₂SO₄.Al₂(SO₄)₃.24H₂O. Terdapat ikatan ion karena mengandung kation logam (K dan Al) sehingga bersifat elektrolit. Koloid Al(OH)₃ yang terbentuk akan mengadsorpsi, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air.

Jadi, setelah peristiwa adsorpsi dilanjutkan dengan penggumpalan kotoran-kotoran dalam air dalam ukuran molekul cukup besar dan memudahkan untuk disingkirkan dalam pembersihan air, misalnya penjernihan air kolam yang dilakukan secara rutin.

Apa saja bahan yang diperlukan dalam proses penjernihan?

  • Tawas (Al2(SO4)3)
  • Karbon Aktif
  • Klorin/Kaporit
  • Kapur Tohor
  • Pasir

6 Manfaat dan aplikasi koloid dalam kehidupan sehari-hari:

1. Pemutihan Gula

Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.

2. Penggumpalan Darah

Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

3. Penjernihan Air

Penambahan tawas pada air sungai, akan membentuk koloid Al(OH)3, yang akan mengadsorbsi pengotor dalam air, sehingga menggumpal dan mengendap, sehingga air  akan menjadi jernih.

4. Pembentukan delta di muara sungai

Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg2+, dan Ca2+ yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.

5. Pengambilan endapan pengotor

Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid.

6. Mengurangi polusi udara

Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 – 75.000). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorbsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan.

Selanjutnya, partikel bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektroda yang lainnya. Pengendap Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan yaitu, mencegah udara oleh buangan beracun atau memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).

Proses penjernihan air

Jelaskan proses penjernihan air bersih!

Air sungai dipompakan ke dalam bak prasedimentasi. Dalam bak prasedimentasi ini lumpur dibiarkan mengendap karena pengaruh gravitasi. Lumpur yang mengendap dibuang dengan pompa.

Kemudian air yang masih mengandung partikel – partikel lumpur yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat mengendap karena pengaruh gravitasi dialirkan ke dalam bak ventury. Pada tahap ini air dicampur dengan Al2(SO4)3. 18 H2O (tawas). Ion Al3+ yang terdapat pada tawas akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:

Al3+ + 3 H2O → Al(OH)3 + 3H+

Al(OH)3 yang terbentuk akan mengabsorpsi menggumpalkan dan mengendapkan kotoran. Ion Al3+ akan menghilangkan muatan – muatan negatif dari partikel koloid seperti tanah liat/lumpur, sehingga lumpur yang berukuran kecil menjadi flok – flok yang berukuran besar (koagulasi). Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama dengan tawas karena pengaruh gravitasi.

Selain berfungsi supaya lumpur lebih mudah mengendap koagulasi juga bertujuan untuk memudahkan lumpur untuk disaring. Selain itu, tawas yang membentuk koloid Al(OH)3 juga dapat mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencermar seperti detergen dan pestisida.

Selanjutnya ditambah gas klorin (preklorinasi) yang berfungsi sebagai pembasmi hama (desinfektan) dan karbon aktif (bila tingkat kekeruhan air baku tinggi). Karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa, dan zat organik yang terkandung dalam air baku.

Air yang setengah bersih kemudian dialirkan ke dalam bak saringan pasir. Dari bak pasir diperoleh air yang hampir bersih, karena sisa flok akan tertahan oleh saringan pasir.

ir dalam bak pasir dialirkan ke dalam siphon. Di dalam siphon air yang hampir bersih ditambahkan kapur untuk menaikkan pH dan gas klorin (post klorinasi) untuk mematikan hama.

Air yang sudah memenuhi standar bersih dari bak siphon dialirkan ke reservoar.

Air siap dikonsumsi konsumen. Proses pengolahan air bersih pada industri pengolahan air bersih (PDAM) yang telah diuraikan di atas disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional.

Apa Pengertian sistem koloid?

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari.

Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat,berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *