Apa Pengertian dan Fungsi Trofoblas

Pengertian Trofoblas adalah sel-sel yang membentuk lapisan luar blastokista dan hadir empat hari setelah pembuahan pada manusia. Mereka memberikan nutrisi ke embrio dan berkembang menjadi sebagian besar plasenta .

Trofoblas terbentuk selama tahap pertama kehamilan dan merupakan sel pertama yang membedakan dari telur yang dibuahi menjadi struktur ekstraembrionik dan tidak secara langsung berkontribusi pada embrio. Setelah gastrulasi, trofoblas bersebelahan dengan ektoderm embrio, dan disebut sebagai trofektoderm.

Setelah diferensiasi pertama, sel-sel dalam embrio manusia kehilangan totipotensi mereka dan tidak lagi sel induk totipoten karena mereka tidak dapat membentuk trofoblas. Mereka sekarang sel- sel batang berpotensi majemuk .

Fungsi trofoblas

Trofoblas fungsinya adalah dalam implantasi embrio dan interaksi dengan endometrium rahim ibu berikut desidualisasi

Trofoblas adalah merupakan sel-sel khusus dari plasenta yang memainkan peran penting dalam implantasi embrio dan interaksi dengan rahim ibu decidualisasi . Inti vili plasenta mengandung sel mesenchymal dan pembuluh darah plasenta yang terhubung langsung ke sirkulasi janin melalui tali pusat. Inti ini dikelilingi oleh dua lapisan trofoblas, sitotrofoblas dan syncytiotrofoblas .

Sitotrofoblas adalah lapisan sel berinti tunggal yang berada di bawah syncytiotrofoblas.  Syncytiotrophoblast terdiri dari sitotrofoblas yang menyatu yang membentuk lapisan yang menutupi permukaan plasenta.  Syncytiotrophoblast bersentuhan langsung dengan darah ibu yang mencapai permukaan plasenta. Ini kemudian memfasilitasi pertukaran nutrisi, limbah dan gas antara sistem ibu dan janin.

Selain itu, sitotrofoblas di ujung vili dapat berdiferensiasi menjadi jenis trofoblas lain yang disebut trofoblas extravillous. Trofoblas extravillous tumbuh dari plasenta dan menembus ke dalam rahim desidualisasi. Proses ini sangat penting tidak hanya untuk menempelkan plasenta ke ibu secara fisik, tetapi juga untuk mengubah pembuluh darah di rahim. Perubahan ini memungkinkan suplai darah yang cukup ke janin yang tumbuh saat kehamilan berlangsung.

Beberapa dari trofoblas ini bahkan menggantikan sel-sel endotelial dalam arteri spiral uterus ketika mereka mengubah bentuk pembuluh ini menjadi saluran bor lebar yang tidak tergantung pada vasokonstriksi ibu. Ini memastikan bahwa janin menerima pasokan darah yang stabil, dan plasenta tidak mengalami fluktuasi oksigen yang dapat menyebabkan kerusakan.

Jelaskan pengertian trofoblastik gestasional

Penyakit trofoblas gestasional (PTG) adalah penyakit yang terjadi pada saat kehamilan, penyakit ini terjadi pada sel-sel trofoblas.

Di dalam tubuh wanita, sel trofoblas hanya ditemukan bila wanita itu hamil. Dengan kata lain, penyakit ini adalah proliferasi atau perbanyakan sel trofoblas yang berasal dari kehamilan.

Klasifikasi klinis dari penyakit ini dibagi menjadi dua, yakni mola hidatidosa dan penyakit trofoblas ganas. Penyakit trofoblas ganas di sini termasuk jenis mola invasif, mola yang bermetastatis atau menyebar, dan koriokarsinoma.

Pada dasarnya terdapat tiga macam tipe sel trofoblas yang terdapat dalam plasenta yaitu sitotrofoblas (CT), sinsitiotrofoblas (ST), dan intermediate trophoblast (IT). Setiap sel di atas berespons terhadap produksi hormon yang spesifik terhadap plasenta.

Pada kasus ini, kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna melainkan menjadi kondisi patologik yang terjadi selama minggu-minggu pertama kehamilan berupa degenerasi hidropik dari jonjot korion sehingga menyerupai gelembung yang disebut mola hidatidosa.

Umumnya, penderita akan menjadi baik kembali, tetapi beberapa diantaranya mengalami degenerasi keganasan berupa koriokarsinoma. Perubahan dari gen secara signifikan secara patogenesis dan perubahan atau degenerasi menjadi keganasan (koriokarsinoma) dari penyakit trofoblas gestasional seperti mola hidatidosa belum dapat dijelaskan secara pasti.

Angka kejadian penyakit trofoblas gestasional berbeda-beda di setiap negara, bahkan antara satu daerah dengan daerah lain dalam satu negara. Angka kejadian di dunia adalah 0,5-2,5 per 1000 kehamilan. Angka insiden di Amerika Utara adalah 0,6-1,1 per 1000 kehamilan, dengan koriokarsinoma muncul setiap 20.000-40.000 kehamilan.

Secara umum, angka insiden yang lebih tinggi ditemukan pada orang Amerika Tengah, Afrika, dan Asia. Di Indonesia sendiri, angka kejadian PTG dilaporkan sebesar 11,5 per 1000 kehamilan. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan angka insiden penyakit gestasional trofoblas tertinggi di dunia.

Harapan hidup seseorang dengan penyakit trofoblas gestasional tergolong baik meskipun penyebaran telah muncul. Penyebab utama angka harapan hidup yang buruk adalah terlambatnya diagnosis dan pengobatan. Untuk mengatasi kendala itu, pasien perlu diberi penyuluhan dan diyakinkan bahwa mereka akan tetap memiliki fungsi reproduksi yang normal.

Apa itu penyakit trofoblas ganas?

Pada dasarnya PTG (Penyakit Trofoblas Ganas) adalah penyakit yg merupakan kelanjutan dari penyakit trofoblas gestasional atau terjadinya pertumbuhan yg abnormal dan berlebih pada sel trofoblas selama kehamilan.

Sel trofoblas ini sebenarnya memiliki peran dalam meproduksi beta HGC dalam darah, serta produksi hormon kehamilan lainnya yg berguna dalam menjaga kehamilan supaya tumbuh dan berkembang dengan baik dan normal. Hanya saja ada terjadi ketidak normalan pertumbuhan dari sel trofoblast yg ditemui pada beberapa wanita umumnya dialami pada wanita yg pernah mengalami hamil anggur atau mola hidatidosa.

Inilah yg kemudian menjadikan wanita tersebut memiliki Penyakit Trofoblas Ganas. Sedangkan penyebab pasti terjadinya Penyakit Trofoblas Ganas, hingga sekarang masih belum diketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *