Apa kegunaan Belerang (Sulfur) dan Alotrop Sulfur

Yang dimaksud dengan belerang atau sulfur adalah sesuatu yang merujuk kepada unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang merupakan unsur non-logam yang tidak berasa. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning.

Belerang bisa ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral sulfida dan sulfat. Belerang adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam 2 asam amino.

Contoh penggunaan belerang dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • pupuk
  • belerang digunakan sebagai bubuk mesiu
  • korek api
  • insektisida
  • fungisida.

Peranan, manfaat dan Kegunaan Belerang Dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Untuk membuat asam sulfat
  • Untuk membuat gas SO2 yang biasa dipakai untuk mencuci bahan yang terbuat dari wool dan sutera.
  • Pada industri ban , belerang untuk vulkanisasi karet yang berkaitan agar ban bertambah ketegangannya serta kekuatannya.
  • Belerang juga digunakan pada industri obat-obatan, bahan peledak, dan industri korek api yang menggunakan Sb2S3
  • proses vulkanisasi karet alam dan fungisida. Belerang juga cepat menghilangkan bau.

Apa yang dimaksud belerang?

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning.

Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesin, korek api, insektisida dan fungisida.

Belerang padat mempunyai bentuk alotropi, yaitu belerang rombik dan belerang monoklinik. Belerang yang biasa kita lihat berwarna kuning adalah belerang rombik. Belerang rombik stabil di bawah suhu 95,5°C. Di atas 95,5°C belerang rombik berubah menjadi belerang monoklinik, yang seterusnya mencair pada suhu 113°C.

Belerang

Belerang banyak terdapat dalam kulit bumi, sebagai unsur maupun sebagai senyawa. Didaerah vulkanik ditemukan belerang unsur, mungkin merupakan hasil reaksi antara gas SO2dan H2S yang terdapat dalam gas vulaknik.

                              8SO2(g) + 16H2S(g) 16H2O(l) + 3S8(s)

Sebagai senyawa, belerang terdapat dalam berbagai jenis mineral sulfat atau sulfida; juga sebagai senyawa organik dalam minyak bumi dan batu bara; atau sebagai H2S dalam gas alam.

Ciri-ciri belerang adalah:

  • Belerang bersifat lunak, kuning pucat, tidak berbau, rapuh padat. Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam karbon disulfida.
  • belerang terbakar dengan api biru, teroksidasi menjadi sulfur dioksida.
  • Belerang ada di beberapa alotrop kristal dan amorf.
  • Bentuk belerang yang paling umum adalah kuning, alpha-sulfur ortorombik, yang mengandung cincin-cincin S8 yang berkerut.
  • Belerang bersifat multivalen dan bergabungkan, dengan valensi 2, 4, atau 6, dengan hampir semua elemen lainnya.
  • Senyawa belerang yang paling dikenal adalah hidrogen sulfida (H2S).
  • belerang adalah gas beracun yang berbau seperti telur busuk; baunya digunakan dalam bom bau, banyak melepaskan sejumlah kecil hidrogen sulfida.

Sumber belerang

Endapan sulfur ditemukan secara alami di daerah sekitar mata air panas dan di daerah gunung berapi. Belerang juga banyak ditemukan di alam sebagai pirit besi (sulfida besi), galena (timbal sulfida), gipsum (kalsium sulfat), garam Epsom (magnesium sulfat) dan banyak mineral lainnya.

Belerang diperoleh secara komersial dari endapan bawah tanah menggunakan Proses Frasch, air panas dan uap dipompa di bawah tanah, di mana mereka mencairkan belerang, memungkinkannya untuk dipompa ke permukaan. Belerang juga diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari penyulingan minyak mentah.

Unsur sulfur dapat di peroleh dari mata air panas dan kawasan gunung berapi di berbagai belahan dunia, terutama di sepanjang lingkaran api pasifik. Sulfur di alam terdapat dalam keadaan bebas maupun sebagai bijih sulfida, FeS2, PbS, ZnS, dan sebagai sulfat CaSO4.2H2O dan MgSO4.7H2O.Unsur sulfur kita temukan pada gunung berapi misalnya di pegunungan dieng, pegunungan tengger dan bromo. Selain itu belerang bebas terdapat sebagai deposit belerang di dalam perut bumi.

Belerang terdapat dalam dua bentuk alotrop (polimorf).Kedua alotrof ini adalah belerang rombik, berwarna kuning yang di sebut belerang – α (tidak leleh 112,8°C). Pada suhu 95,6°C, belerang rombik berubah menjadi belerang monokolin yang di sebut belerang – β (titik leleh 119,25°C).

Unsur ini mendidih pada 444,6°C.Satuan struktur kedua bentuk alotrop dalam keadaan cair mengerut menjadi lingkar S8. Jika belerang cair di panaskan ,viskositasnya berubah karena perubahan struktur dalam molekul belerang. Pada suhu agak di atas titik leleh , terbentuk cairan berwarna kuning muda yang terdiri dari satuan S8.

Jika suhu di naikan lagi, warna cairan menjadi gelap, dan kira-kira pada 160°C, berupa lingkar S8 putus menjadi rantai spiral panjang (belerang – μ) dengan beberapa satuan S6 ( belerang – π ) antara 160°C dan 180°C, viskositas cairan mencapai maksimum dan tidak dapat di tuang.Unsur belerang berupa campuran satuan S8,S6,S4 dan S2 komposisinya bergantung pada suhu. Jika cairan belerang ( pada 250°C – 350 °C ) di tuang kedalam air dingin , di peroleh belerang plastis, berupa serat yang terutama berbentuk μ.Jika di biarkan , lama kelamaan berubah menjadi belerang rombik.

Senyawa-senyawa belerang juga terdapat sebagai pengotor (impuritis) pada gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Senyawa belerang termasuk logam sulfida seperti pirit (besi sulfida), sinabar (merkuri sulfida), galena (plumbum sulfida), sfalerit (zink sulfida), dan stibnit (antimoni sulfida), dan logam sulfat seperti gipsum ( kalsium sulfat ) alunit ( kalium aluminium sulfat, dan barit ( barium sulfat).

Apa itu alotrop belerang?

Unsur belerang ada banyak alotrop . Dalam hal jumlah besar alotrop, sulfur adalah yang kedua setelah karbon .  Selain alotrop, setiap alotrop sering ada dalam polimorf , digambarkan dengan awalan bahasa Yunani (α, β, dll.).

Selain itu, karena unsur sulfur telah menjadi barang dagang selama berabad-abad, berbagai bentuknya diberi nama tradisional. Pekerja awal mengidentifikasi beberapa bentuk yang kemudian terbukti tunggal atau campuran alotrop. Beberapa bentuk telah dinamai karena penampilannya, misalnya “induk belerang mutiara”, atau sebagai alternatif dinamai ahli kimia yang unggul dalam mengidentifikasi mereka, misalnya “belerang Muthmann” atau “belerang Engel”.

Bentuk sulfur yang paling umum dijumpai adalah polimorf ortorombik S
8, yang mengadopsi struktur cincin kerucut – atau “mahkota”. Dua polimorf lain diketahui, juga dengan struktur molekul yang hampir identik.  Selain S 8 , cincin belerang dari 6, 7, 9-15, 18 dan 20 atom dikenal.  Setidaknya lima alotrop terbentuk secara unik pada tekanan tinggi, dua di antaranya bersifat logam.

Jumlah alotrop belerang mencerminkan ikatan S − S yang relatif kuat yaitu 265 kJ / mol. Lebih lanjut, tidak seperti kebanyakan unsur, alotrop sulfur dapat dimanipulasi dalam larutan pelarut organik dan dapat dianalisis dengan HPLC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *