Apa Fungsi Protein Antimikroba

Pengertian protein antimikroba adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada komponen evolusioner dari respon imun bawaan dan ditemukan di antara semua kelas kehidupan. Perbedaan mendasar ada di antara sel-sel prokariotik dan eukariotik yang bisa mewakili target peptida antimikroba.

Protein antimikroba ampuh, antibiotik spektrum luas yang menunjukkan potensi sebagai agen terapi baru. Peptida antimikroba telah dibuktikan untuk membunuh bakteri, mycobacteria, menyelimuti virus, jamur, dan bahkan mengubah kanker sel. Beberapa protein antimikroba juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekebalan dengan berfungsi sebagai imunomodulator.

Protein antimikroba adalah diberi nama juga dengan sistem komplemen. Protein antimikroba bisa secara langsung membunuh mikroorganisme ataupun mencegah reproduksinya. Protein antimikroba tersebut umumnya dalam darah dalam keadaan tidak aktif. Akan tetapi, apabila ada mikroba yang masuk ke dalam tubuh, glikoprotein dari permukaan sel mikroba tersebut akan mengaktifkan sistem komplemen ini.

Fungsi protein antimikroba adalah:

  • Menghasilkan opsonin, yaitu suatu zat yang dapat melekatkan mikroba dengan leukosit sehingga memudahkan fagositosis.
  • Menyebabkan pelepasan histamin oleh mastosit. Histamin menimbulkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan meningkatkan permeabilitas kapiler terhadap protein.
  • Menimbulkan suatu reaksi pada membran sel mikroba berupa munculnya lubang pada membran. Peristiwa ini dapat mematikan bagi mikroba.

Selain sistem komplemen, terdapat kumpulan protein sebagai pertahanan nonspesifik yang disebut interferon. Interferon ini diproduksi oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus. Kemudian, interferon tersebut akan berikatan dengan reseptor membran plasma pada sel-sel yang sehat. Sel-sel sehat yang telah terikat dengan interferon tersebut akan membentuk suatu protein antivirus. Interferon tertentu untuk langsung membunuh dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus.

Apa itu protein antimikroba?

Beragam protein berfungsi dalam pertahanan nonspesifik, baik melalui penyerangan mikroba secara langsung ataupun dengan cara menghambat reproduksinya. Sebelumnya kita telah mengetahui mengenai lisosom, yaitu sejenis enzim antimikroba dalam air mata, saliva, dan sekresi mukosa.

Agen antimikroba lainnya meliputi kurang lebih 20 protein serum, yang dikenal sebagai system komplemen, yang melakukan serentetan tahapan reaksi yang mengarah ke lisisnya mikroba. Beberapa kompenen komplemen juga berfungsi bersama-sama dengan kemokin dalam kemotaksis, yang menarik sel-sel fagositik ke tempat infeksi.

Protein komplemen merupakan satu bagian esensial dari pertahanan nonspesifik dan pertahanan spesifik. Kumpulan protein lain yang menyediakan pertahanan nonspesifik adalah interferon, yang disekresikan oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus.

Interferon sebenarnya tidak menguntungkan sel yang terinfeksi itu, namun protein antivirus tersebut berdifusi masuk ke dalam sel-sel yang berada di sekitarnya dan menginduksi sel-sel tersebut untuk menghasilkan zat kimia lain yang menghambat reproduksi virus.

Protein antimikroba

Dengan cara ini, interferon akan membatasi penyebaran virus dari sel ke sel dalam tubuh, dan membantu mengontrol infeksi virus seperti flu dan pilek. Pertahanan itu bukanlah bersifat spesifik bagi virus; interferon yang dihasilkan sebagai tanggapan terhadap virus bisa memberikan resistensi jangka pendek terhadap virus lain.

Selain peranannya sebagai agen antivirus, satu jenis interferon mengaktifkan fagosit, sehingga meningkatkan kemampuannya dalam untuk menelan dan membunuh mikroorganisme. Interferon sekarang dapat diproduksi secara masal melalui teknologi DNA rekombinan dan sedang diuji secara klinis untuk pengobatan infeksi virus dan kanker.

Ulasan bentuk pertahanan nonspesifik yang dimiliki oleh tubuh: garis pertahanan pertama, yaitu kulit dan membrane mukosa, mencegah sebagian besar mikroba supaya tidak memasuki tubuh; garis pertahanan kedua menggunakan fagosit, sel-sel natural killer, peradangan, dan protein antimikroba untuk melawan mikroba yang telah berhasil masuk ke dalam tubuh. Kedua garis pertahanan tubuh tersebut disebut sebagai noonspesifik karena mereka tidak membedakan patogen-patogen spesifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *