Berikut ini Jenis-Jenis Dan Contoh Konjungsi Subornatif – dijelaskan lengkap

A. Konjungsi subordinatif yang menyatakan waktu

Konjungsi yang menyatakan waktu ini menyatakan terjadinya suatu peristiwa dimana terdapat tiga macam waktu yaitu: 1) Waktu permulaan, menggunakan kata hubung “sedari”, “sejak”. Contoh:
• Sedari dulu aku lebih suka menyendiri daripada harus berkumpul bersama teman-teman.
• Dia mulai berubah sifat dan sikapnya sejak kelas 8 SMP. 2) Waktu bersamaan, menggunakan kata hubung “tatkala”, “sambil”, “sementara”, “selama”, “serta”, “ketika”, “sewaktu”, “serayya” Dan “selagi”. Contoh:
• Anak itu menangis seraya berkata, “aku mau permen!”.
• Coba lihat anak itu!, dia bisa menyanyi sambil berjoget.
• Sementara aku pergi, Kamu bisa nonton tv dulu di kamarku.
• Andi selalu main game di rumah sewaktu bapak ibunya ke pasar.
• Pak Jono selalu membawa keluarganya ketika dinas ke luar negeri.
• Orang itu selalu datang kepadaku ketika ada maunya.
• Tatkala orang pada asyik liburan, aku malah lembur kerjaan.
• Dugaanku, si pencuri datang selama kita pergi ke luar kota.
• Silahkan kopinya di minum selagi masih hangat. Nanti kopinya dingin lho. 3) Waktu yang berurutan, menggunakan kata hubung “selesai”, “sehabis”, “sesudah”, “setelah”, “seusai”, “begitu”, “sebelum”. Contoh:
• Selesai sekolah jangan lupa mampir ke rumah nenek.
• Insya Allah sehabis sholat ‘isya aku akan ke rumahmu.
• Setelah menumis bumbu halus kemudian masukan santan cair.
• Kita selesaikan masalah ini dulu sesudah itu baru kita pergi ngopi.
• Banyak para siswa bingung mau kuliah atau kerja seusai kelulusan sekolah SMA.
• Begitu selesai dirumuskan, kita langsung ke tahap pengaplikasiannya.
• Jangan lupa, obatnya itu harus diminum sebelum makan. 4) Waktu batas akhir, menggunakan kata hubung “hingga”, dan “sampai”. Contoh:
• Teruslah berbuat kebaikan hingga nanti Tuhan memanggil kita.
• Kita tidak boleh melakukan penyergapan hingga malam tiba.
• Sampai kapan kamu mau bermalas-malasan begini?.

B. Konjungsi subordinatif yang menyatakan syarat terlaksananya sesuatu hal.

  •  Konjungsi jenis ini memakai kata hubung “kalau”, “jikalau”, “manakala”, “jika”, “asalkan”, “bilamana”, “apabila”.

Contoh:
• Aku akan menemuimu manakala bulan purnama.
• Kalau kamu gak bisa profesional, posisimu akan diganti.
• Hidup ini tidak akan indah jika tidak ada kamu.
• Jikalau kamu jadi presiden, kamu pasti bisa berbuat banyak hal untuk masyarakat.
• Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu asalkan kamu mau patuh kepadaku.
• Bilamana hatimu mulai jenuh, itulah waktu yang tepat untuk refreshing.
• Kamu akan diterima kerja di tempat ini apabila kamu lolos seleksi wawancara yang dilangsungkan besok siang.

C. Konjungsi subordinatif yang menyatakan suatu pengandaian.

  • Jenis konjungsi ini menggunakan kata hubung “seandainya”, “andaikata”, “andaikan”, “seumpama”, “umpamanya”, “sekiranya”.

Contoh:
• Seadainya saja aku punya modal untuk bikin usaha kue.
• Andai kata tadi aku gak datang, pasti aku gak dapat nasi bungkus.
• Andaikan musibah ini terjadi pada keluargamu, apa perasaanmu?.
• Seumpama kamu jadi orang kaya, belum tentu cita-cita muliamu itu terlaksana.
• Umpamanya kamu jadi aku, pasti juga bingung mau berbuat apa.
• Sekirannya aku punya kesempatan, pasti akan aku usahakan dengan sungguh-sungguh.

D. Konjungsi subordinatif yang menyatakan tujuan dan harapan.

  • Jenis konjungsi ini menggunakan kata hubung “biar”, “agar”, “supaya”.

Contoh:
• Dodik terus belajar biar cepat lulus kuliahnya.
• Sarimin rajin sekali ke pasar agar bisa mengetahui ilmu ekonomi secara praktik langsung.
• Pak Ahmad rajin bekerja siang dan malam supaya keluarganya tercukupi kebutuhan hidupnya. Demikianlah ulasan lengkap mengenai Konjungsi subornatif, Semoga Bermanfaat… Artikel Lainnya :