Asam pantotenat (sifat kimia, fungsi, sumber makanannya, serta akibat kekurangan asam pantotenat)

Sifat kimia dan stabilitas asam pantotenat

Asam pantotenat adalah suatu derivatif dimetil dari asam butirat yang berkaitan dengan beta-alanin. Vitamin ini mengikat fosfat dan membentuk 4-foffopantotein dan koenzim A/Ko A, yaitu bentuk aktif asam pantotenat.

Absorpsi, metabolisme, dan ekskresi asam pantotenat

Asam pantotenat dikonsumsi sebagai bagian dari KoA yang oleh enzim fosfatase dalam saluran cerna dihidrolisis menjadi 4-fosfopantotein dan asam pantotenat yang kemudian diabsorpsi. KoA disintesis kembali di dalam sel-sel hati. Asam pantotenat dikeluarkan melalui urin, terutama sebagai hasil metabolisme koenzim A.

Nilai darah normal adalah >100 µg/dl dan ekskresi melalui urin sebanyak 1-15 mg/hari. Dengan makanan adekuat, sebanyak 2-7 mg/hari dikeluarkan melalui urin dan 1-2 mg/hari melalui feses. Nilai ini merupakan indikator yang sensitif tentang konsumsi makanan.

Fungsi asam pantotenat

Peranan utama asam pantotenat adalah sebagai bagian koenzim A, yang diperlukan dalam berbagai reaksi metabolisme sel. Sebagai bagian dari asetil KoA, asam pantotenat terlibat dalam berbagai reaksi yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat dan lipida, termasuk sintesis dan pemecahan asam lemak. Di samping berperan dalam siklus asam nitrat dan glukoneogenesis, KoA adalah akseptor gugus asetat untuk asam amino. Asam pantotenat terlibat pla dalam sintesis hormon steroid, kolesterol, fosfolipida dan porfirin yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.

Sumber asam pantotenat

Sesuai dengan istilah pantotenat, yang berarti luasa, asam pantotenat terdapat di dalam semua jaringan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sumber paling baik ialah hati, ginjal, kuning telur, khamir, daging, ikan, unggas, serealia utuh, dan kacang-kacangan. Sekitar 33% asam pantotenat hilang dalam proses pemasakan dan sekitar 50% hilang pada proses penggilingan beras.

Nilai asam pantotenat berbagai bahan makanan (mg/100 gram)

Bahan MakananmgBahan Makananmg
Hati sapi7,7Susu0,37
Hati ayam6Gandum1,5
Ginjal (sapi)6Beras pecah kulit1,5
Ayam1Jagung0,64
Daging sapi0,47Kentang0,46
Kuning telur4,2Kacang kedelai1,6
Ikan lamuru0,93Kacang merah0,65
Ikan ekor kuning0,6Buah sukun1,6
Ganggang laut0,55Kembang kol1

Akibat kekurangan asam pantotenat

Karena asam pantotenat terdapat luas di dalam bahan makanan, kekurangan asam pantotenat jarang terjadi. Gejala-gejala kekurangan adalah rasa tidak enak pada saluran cerna, kesemutan dan rasa panas pada kaki, muntah-muntah, diare yang timbu sekali-sekali, rasa lelah dan susah tidur.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *