Abdullah bin Abbas menghormati para ulama

Abdullah bin Abbas atau yang dkenal dengan nama Ibnu Abbas adalah anak dari paman Rasulullah saw Abbas bin Abdul Muthalib.

Ketika masih muda, Ibnu Abbas mencari ilmu dengan berbagai cara yang dapat dilakukan. Waktunya dihabiskan untuk menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh. Pada awalnya, ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah saw hingga beliau wafat. Setelah beliau tiada, ia menghubungi ulama-ulama dan para sahabat untuk belajar kepada mereka.

Ibnu Abbas berkata, “Apabila seseorang menyampaikan sebuah hadist kepadaku yang diperolehnya dari seorang sahabat Rasulullah saw, maka kudatangi sahabat tersebut ke rumahnya waktu ia tengah tidur siang. Lalu kubentangkan surban dekat tangga rumahnya dan aku duduk disitu menunggu sampai ia bangun. Sementara itu, angin bertiup memenuhi tubuhku dengan debu dan tanah. Seandainya aku minta izin masuk kepadanya, tentu ia akan mengizinkanku. Tetapi aku memang sengaja melakukan hal yang demikian supaya tidak mengganggu waktu tidurnya.

Ibnu Abbas melanjutkan, “Ketika ia keluar dan melihatku dalam keadaan demikian, sang pemilik berkata, ‘Wahai anak paman Rasulullah saw, mengapa anda sendiri yang datang kesini? Mengapa tidak anda suruh saja seseorang memanggilku? Tentu aku akan datang memenuhi panggilan anda.’ Lalu aku menjawab, ‘Akulah yang harus mendatangi anda. Ilmu itu harus didatangi, bukan ilmu yang mendatangi.’ Sesudah itu, kutanyakan kepadanya hadist yang kumaksud.”

Dalam hal menuntut ilmu, Ibnu Abbas memang terkenal rendah hati. Beliau begitu menghormati derajat para ulama. Pernah pada suatu hari, Zaid bin Tsabit, penulis wahyu dan ketua pengadilan Madinah bidang fiqih, qira’ah, dan faraidh, mendapat kesulitan karena hewan yang ditungganginya tiba-tiba bertingkah. Lalu Ibnu Abbas berdiri di hadapannya sebagaimana seorang hamba dihadapan majikannya. Ditahannya hewan tunggangan Zaid bin Tsabit.

Zaid pun berkata, “Biarkan saja, wahai anak paman Rasulullah saw.”

Lalu ibnu Abbas berkata, “Seperti inilah kami diperintahkan Rasululah saw terhadap ulama kami.”

Zaid bin Tsabit berkata lagi, “Coba perlihatkan tangan anda kepada saya!”

Ibnu Abbas mengulurkan tangannya kepada Zaid, yang lalu dicium oleh Zaid bin Tsabit. “Begitulah caranya kami diperintahkan Rasulullah saw menghormati keluarga Nabi kami.”