Teknik Bermain Peran (Role Playing)

Advertisement

Dalam bermain peran harus memperhatikan dialog yang dimainkan. Dialog dalam drama atau teater tidak jauh beda dengan percakapan kehidupan sehari-hari. Bedanya, dialog dalam drama sudah diatur sebelumnya oleh penulis skenario atau pun oleh sutradara.

Walaupun demikian kita harus membaca atau menyampaikannya sewajar dan sealamiah mungkin. Untuk itulah kita harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut.

1.       Penggunaan bahasa, baik cara pelafalan maupun intonasi, harus relevan. Logat yang diucapkan hendaknya disesuaikan dengan asal suku daerah, usia, dan status sosial tokoh yang diperankan. Umpamanya, melalui lafal dan logatnya, seorang seniman harus memerankan dirinya secara total sebagai seniman dan jangan mengesankan seorang pengusaha.

2.       Ekspresi tubuh dan mimik muka harus disesuaikan dengan dialog. Misalnya jika dialog menyatakan kemarahan maka ekspresi tubuh dan mimik muka pun harus menunjukkan rasa marah.

3.       Untuk lebih menghidupkan, suasana dan menjadikan dialog lebih wajar dan alamiah, para pemain dapat berimprovisasi di luar naskah.

Advertisement

Dalam drama konflik dapat ditemukan dalam dialog-dialog para tokohnya. Dengan memahami maksud dan tindak tutur dan tokoh-tokohnya itulah kita dapat mengetahui bentuk dan intensitas konflik yang terdapat dalam adegan demi adegannya.

Bermain Peran

Untuk dapat mementaskan suatu drama, kamu harus banyak berlatih dengan bermain peran. Coba carilah sebuah drama pendek yang cukup menarik, lalu ajaklah kawanmu untuk bermain peran bersamamu. Pentaskan di depan kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.