Sifat dan kegunaan Unsur Transisi Periode Ke-3 dan 4

Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau f terisi sebagian dalam keadaan oksidasi umum. Istilah "unsur transisi" paling sering mengacu pada unsur-unsur transisi blok d.

Advertisement

Unsur seng, kadmium dan merkuri tidak benar-benar memenuhi definisi sifat, tapi biasanya disertakan dengan unsur transisi karena sifat mereka yang mirip.

Unsur-unsur transisi blok-f yang kadang-kadang dikenal sebagai “unsur transisi dalam”. Baris pertama mereka disebut lantanida. Baris kedua terdiri dari aktinida. Semua aktinida adalah radioaktif dan dengan Z di atas 92 adalah buatan manusia di reaktor nuklir atau akselerator.

Sifat-Sifat Golongan Unsur Transisi Periode Ke-3

  1. Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan meningkat. Akan tetapi energi ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan energi ionisasi S lebih rendah dari P.
  2. Jari-jari atom unsur-unsur transisi periode keempat tidak teratur dari kiri ke kanan.
  3. Kekuatan sifat reduktor dan oksidator dapat dilihat dari harga potensial elektroda.
  4. Sifat logam unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin berkurang.
  5. Titik leleh dan titik didih unsur periode ketiga dari natrium ke kanan meningkat hingga puncaknya di silikon, kemudian menurun.
  6. Unsur-unsur dan senyawa-senyawa dari logam transisi umumnya mempunyai elektron yang tidak berpasangan dalam orbital-orbital d.
  7. Unsur-unsur transisi umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena ikatan antaratom logam pada unsur transisi lebih kuat.
  8. Wujud unsur-unsur → natrium sampai belerang berwujud padat, sedangkan klor dan argon berwujud gas pada suhu biasa.

Kegunaan Golongan Unsur Transisi Periode Ke-3

  1. Aluminium dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, komponen pesawat terbang, pelapis alat dapur, aluminium foil.
  2. Silikon digunakan sebagai bahan alat-alat elektronik, bahan transistor, chip komputer dan sel surya.
  3. Phospor digunakan dalam pembuatan korek api dan kembang api.
  4. Sulfur dapat digunakan dalam pembuatan pupuk, obat pencahar (MgSO4), bahan pembuat tinta (FeSO4.7H2O), elektrolit pada aki.

 

Sifat-Sifat Golongan Unsur Transisi Periode Ke-4

  1. Sifat logam sangat keras, tahan panas, elektropositif dan penghantar listrik yang baik. Pengecualian untuk Cu merupakan logam yang lembut dan elastis.
  2. Membentuk senyawa yang umumnya berwarna.
  3. Dapat membentuk senyawa kompleks yang bersifat paramagnetik
  4. Mempunyai berbagai tingkat oksidasi.
  5. Unsur transisi dan senyawanya dapat bertindak sebagai katalis.

Kegunaan Golongan Unsur Transisi Periode Ke-4

  1. Skandium (Sc) digunakan untuk komponen pada lampu listrik yang berintensitas tinggi.
  2. Titanium (Ti) digunakan sebagai paduan logam yang keras dan tahan karat.
  3. Vanadium (V) dapat digunakan sebagai katalis, bahan pembuat per mobil.
  4. Krom (Cr) digunakan sebagai pigmen dan penyamak kulit, penyepuh peralatan logam.
  5. Mangan (Mn) digunakan dalam proses pembuatan baja
  6. Besi (Fe) digunakan dalam pembuatan baja, perangkat elektronik, memori komputer.
  7. Kobalt (Co) dan Nikel (Ni) merupakan paduan logam (alloy). Ni adalah bahan campuran stainless steel. Co juga bisa digunakan sebagai bahan sintesis vitamin B-12.
  8. Tembaga (Cu) digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat elektronik.
  9. Seng (Zn) sebagai logam pelapis antikarat, paduan logam, bahan pembuatan cat putih, antioksidan dalam pembuatan ban mobil.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.