Penyetaraan Reaksi Redoks

Reaksi redoks didasarkan pada pelepasan dan pengikatan elektron. Suatu persamaan reaksi tergolong redoks dapat diketahui melalui perubahan bilangan oksidasi (BO) dan zat yang terlibat pada reaksi itu.

Advertisement

Elektron erat hubungannya dengan energi yang menyertai suatu reaksi redoks yaitu energi listrik. Reaksi redoks dapat menghasilkan energi listrik, dan sebaliknya dapat juga terjadi dimana energi listrik dapat menyebabkan berlangsungnya reaksi redoks.

Dasar-dasar reaksi redoks dan beberapa aplikasinya perlu untuk diketahui. Dari dasar inilah sebenarnya awal dari pemanfaatan reaksi-reaksi redoks (energi kimia) sebagai sumber energi listrik, dan dalam hal lain, tindakan mengatasi dan mengendalikan reaksi-reaksi redoks yang dapat merugikan.

Pada bagian tulisan artikel kali ini, pembahasan meliputi penyetaraan reaksi redoks, sel galvani, sel elekrolisis, dan beberapa aplikasinya.

Reaksi redoks merupakan peristiwa pelepasan dan pengikatan elektron; atau merupakan peristiwa perubahan bilangan oksidasi (BO). lstilah-istilah seperti oksidasi-reduksi, reduktor-oksidator, dan BO serta aturan BO sebaiknya dipahami terlebih dulu. BO

Sekedar untuk mengingatkan kembali, berikut diberikan contoh BO dan beberapa partikel (spesi) kimia.

Advertisement
BO Unsur & Senyawa = 0 BO Ion-ion = muatannya
Contoh : BO Fe = 0

BO Cl2 = 0

BO NaCl = 0

BO H2S = 0

dst.

BO H+ = + 1

BO Cl = – 1

BO Na+ = + 1

BO S-2 = -2

BO Al3+ = + 3

Umumnya reaksi redoks lebih sukar disetarakan daripada reaksi nonredoks. Alasan ini yang menyebabkan perlunya suatu metode atau cara penyetaraan persamaan redoks. Ada 2 cara yang dapat diterapkan yaitu cara BO, dan cara ion-elektron (cara ½ -redoks). Berikut ini diperlihatkan penerapan kedua cara penyetaraan tersebut terhadap beberapa contoh reaksi redoks.

Cara BO

Pada cara BO, zat yang terlibat reaksi redoks (pereaksi dan hasiI reaksi) harus dinyatakan secara lengkap kemudian disetarakan sesuai dengan besarnya perubahan bilangan-oksidasi (BO).

Tahap Penyetaraan Cara BO:

Tahap 1 menentukan pasangan atom utama redoks (p.a.u.r.)

Tahap 2 Menyetarakan p.a.u.r.

Tahap 3 Menetapkan BO pasangan

Tahap 4 Menetapkan kenaikan BO atau penurunan BO

Tahap 5 Menyetarakan kenaikan dan penurunan BO

Tahap 6 Menempatkan faktor pengali sebagai koefisien persamaan reaksi.

Tahap 7 Melengkapi kekurangan atom (bila perlu) dengan cara:

  • untuk suasana asam, di kiri + H+ dan di kanan + H2
  • untuk suasana basa, di kiri + H2O dan di kanan + OH.

Tahap 8 Menyempurnakan koefisien persamaan reaksi

Keterangan: Pasangan atom utama redoks (p.a.u.r) adalah pasangan atom kiri-kanan panah yang terlibat kenaikan/penurunan BO.

Cara Ion-Elektron

Penyetaraan persamaan reaksi redoks dengan cara ini didahului dengan tahap utama yakni menetapkan pasangan atom utama redoks (pa.u.r) dan memecah reaksi redoks menjadi reaksi oksidasi ( ½ -redoks pertama) dan reaksi reduksi ( ½ -redoks kedua).

Untuk memudahkan, masing-masing dinyatakan dalam bentuk ionnya.

Tahap-tahap Penyetaraan Cara BO:

Tahap 1 Menentukan pasangan atom utama redoks (p.a.u.r)

Tahap 2 Memecah reaksi redoks menjadi 2 reaksi ½ -redoks dalam bentuk ion.

Tahap 3 Menyetarakan p.a.u.r. ½ -redoks

Tahap 4 Melengkapi kekurangan atom/molekul (jika perlu) kemudian menyetarakannnya:

  • untuk suasana asam: dikiri + H+ dan di kanan + H2O; atau
  • untuk suasana basa dikiri + H2O dan di kanan + OH.

Tahap 5 Menyetarakan muatan dengan menambahkan e.

Tahap 6 Menjumlahkan kedua reaksi ½ -redoks.

Tahap 7 Mengubah reaksi redoks dari bentuk ion ke bentuk molekul (jika perlu)

Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah penerapan cara ion—elektron (atau juga disebut cara bilangan oksidasi) ini terhadap ke-3 reaksi redoks terdahulu.

Cara ion-elektron

Perubahan Reduktor Dan Oksidator

Contoh-contoh di atas juga memperlihatkan bahwa reaksi redoks merupakan reaksi antara reduktor dan oksidator. Dapat juga dikatakan bahwa reaksi redoks melibatkan perubahan reduktor dan perubahan oksidator. Semakin kuat sifat suatu reduktor atau sifat oksidatornya semakin mudah reaksi redoks itu berlangsung.

Dari contoh redoks di atas, contoh redukror: Fe, C2O42-, dst.; contoh oksidator: Cl, MnO4, dst.

Yang perlu diperhatikan pada suatu reaksi redoks adalah kondisi atau suasana dari reaksi redoks itu berlangsung. Suasana berbeda, perubahan oksidator atau reduktor dapat berbeda. Bahkan dalam suasana tertentu suatu zat berperan sebagai reduktor namun pada suasana lain zat itu justru berperan sebagai oksidator. Demikian juga terhadap zat yang berperan sebagai oksidator.

Umumnya suasana yang mempengaruhi reaksi redoks adalah suasana asam, basa, atau suasana netral. Tabel di bawah memperlihatkan perubahan reduktor atau oksidator menurut kondisinya.

Tabel. Beberapa Reduktor Dan Reaksi ½ -redoksnya

Beberapa Reduktor Dan Reaksi ½ -redoksnya

Tabel. Beberapa Oksidator dan Reaksi ½ -redoksnya

Beberapa Oksidator dan Reaksi ½ -redoksnya

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.