Pengertian Diferensiasi Sosial dan Jenisnya

Diferensiasi sosial adalah perbedaan yang dikaitkan dengan interaksi, tetapi tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah. Dikategorikan sebagai perbedaan sosial yang bersifat horizontal.

Advertisement

Diferensiasi sosial terjadi akibat pola interaksi individu yang memiliki ciri-ciri fisik dan nonfisik berbeda-beda. Ciri fisik, seperti bentuk dan tinggi tubuh, raut muka, warna kulit, warna rambut, dan lain-lain. Ciri sosial-budaya, antara lain kecerdasan, motivasi, dedikasi, minat, dan bakat.

Diferensiasi sosial merupakan karakteristik sosial yang membuat individu atau kelompok terpisah dan berbeda satu sama lain. Perbedaan ini didasarkan pada beberapa faktor, yaitu usia, gender (jenis kelamin), dan latar betakang etnik.

Ada beberapa bentuk diferensiasi sosial, yaitu:

Ras dan etnik

Menurut Banton (1967), ras merupakan suatu tanda peran, perbedaan fisik yang dijadikan dasar untuk mendapatkan peran yang berbeda-beda. Pengertian ras menyangkut aspek biologis (ciri fisik, warna kulit, dan bentuk tubuh) dan aspek sosial (menyangkut peran dan kebiasaan-kebiasaan).

Ragam ras yang tersebar di seluruh dunia telah diklasifikasikan oleh A.L. Kroeber. Ras Australoid, penduduk asli Australia (Aborigin). Ras Mongoloid, yang terbagi menjadi subras Asiatik (Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Tengah), subras Melayu (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, dan Filipina), Subras Amerika (Indian dan Eskimo). Ras Kaukasoid, penduduk asli Eropa. Negroid, dibedakan menjadi subras Negro Afrika, subras Negrito, dan subras Melanesian. Bushman, merupakan pendudiik Afrika Selatan. Vedoid, di pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan. Polynesia tersebar di Kepulauan Mikronesia dan Polynesia, selanjutnya ras Ainu, penduduk asli Jepang.

Advertisement

Menurut Francis, kelompok etnik adalah suatu komunitas yang menampilkan persamaan bahasa, adat istiadat, kebiasaan, wilayah, bahkan sejarah.

Agama dan kepercayaan

Bentuk lain dan diferensiasi sosial adalah kelompok-kelompok keagamaan atau kepercayaan. Banyak teori yang telah dikemukakan oleh ilmuwan tentang keberadaan agama atau religi dalam berbagai kelompok masyarakat.

Gender

Jenis kelamin (seks) merupakan ciri fisik yang dibawa sejak lahir dan tidak ditentukan sendiri oleh individu berdasarkan keinginannya. Adapun gender adalah perbedaan secara budaya antara pria dan wanita. Dalam hal ini terdapat tiga perbedaan, antara lain:

  1. Secara biologis, fisik pria relatif lebih kuat dibandingkan rata-rata fisik wanita dalam hal pekerjaan.
  2. Secara psikologis, membesarkan anak perempuan relatif lebih sulit dari berat karena jika terlalu ketat, anak akan menjadi tertekan dan mungkin kemudian sulit menemukan pasangan hidup. Sebaliknya, jika terlalu longgar anak bisa terjebak dalam pergaulan bebas yang akan merugikan dirinya sendiri.
  3. Adanya pandangan di banyak kelompok masyarakat bahwa anak lelaki merupakan penerus garis keturunan keluarga.

Profesi

Profesi adalah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik atau keterampilan secara intelektual. Jadi, untuk menjadi seorang profesional tidak cukup hanya berbekal latihan, tetapi harus pula terampil (competence) serta teruji dalam menjalankan tugas-tugas khususnya. Seorang profesional hanya menekuni dan mengembangkan satu jenis pekerjaan dengan diakui secara luas oleh masyanakat (misalnya, dokter, hakim, guru, arsitek, dan sosiolog). Oleh kanena suatu profesi bensifat khusus maka dia akan melahirkan diferensiasi sosial. Artinya, tidak ada perbedaan tinggi atau nendah, terhormat atau tidak terhormat di antara profesi-profesi tensebut.

Klan (clan)

Bentuk diferensiasi sosial Iainnya adalah klan. Menurut Koentjaraningrat, klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terjadi atas semua keturunan dari seorang nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis ketununan sejenis, yaitu keturunan warga-warga pria atau wanita.

Apabila garis keturunan ditarik dari laki-laki maka disebut patrilineal, sedangkan garis ketununan ditarik dari perempuan maka disebut matrilineal.

Suku bangsa

Diferensiasi sosial yang Iebih luas daripada klan adalah suku bangsa. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa adalah kelompok masyarakat dengan corak kebudayaan yang khas, yaitu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran atau jati diri mereka akan kesatuan kebudayaan mereka sehingga kesatuan kebudayaan tidak ditentukan oleh orang luar, tetapi oleh warga kebudayaan yang bersangkutan.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.