Pengertian dan fungsi Sitoplasma

Advertisement

Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel dan terletak di luar inti sel. Cairan yang terdapat di dalam inti  sel disebut nukleoplasma. Dengan mikroskop cahaya, biasanya sitoplasma  kelihatan homogen dan jernih,  tetapi mungkin  terlihat  daerah yang granular, fibrilar atau vakuolar.

Sebenarnya, sitoplasma mengandung berbagai bangunan kecil dan fungsinya pun berbeda-beda. Sitoplasma terdiri atas sitosol yang berbentuk koloid (setengah  cair) yang di dalamnya mengandung nutrien, ion. enzim, bermacam-macam garam, beberapa molekul organik, dan air.

Bagian yang benar-benar merupakan  lingkungan dalam pada sel adalah matrik sitoplasma. Koloid dikenali dalam 2 bentuk yang dipengaruhi oleh kandungan air. Fase koloid encer disebut sol dan fase padat lembek disebut gel. Perubahan fase koloid inilah yang terjadi pada Amoeba untuk membentuk pseudopodia dalam melakukan  gerak.

Matrik sitoplasma berfungsi mengatur kekentalan srtoplasma, pembentukan benang spindel, pembentukan berbagai serabut seperti mikrotubulus, filamen, miofibril,  dan serabut  keratin. Variasi fungsi berbagai jenis sel dicerminkan   oleh  perbedaan penampilan  sitoplasmanya.

Fungsi Sitoplasma

► Sitoplasma memberikan dukungan kepada struktur internal sel. Sitoplasma merupakan rumah jaringan filamen protein yang disebut sitoskeleton, yang membantu untuk mempertahankan bentuk dan konsistensi dari sel. filamen Ini menahan organel internal yang akan membentuk sebuah kelompok, di dekat bagian bawah sel.

Advertisement

► Fungsi penting lainnya dari sitoplasma dilihat dari perannya dalam gerakan organel internal maupun sel secara keseluruhan. Sedangkan filamen aktin dalam ektoplasma yang memfasilitasi pergerakan sel secara keseluruhan, filamen protein dalam membantu organel dan struktur lainnya untuk bergerak di dalam sel.

► Selain menyimpan berbagai nutrisi, sitoplasma adalah lokasi kegiatan berlangsung di mana banyak reaksi seluler yang vital (seperti glikolisis anaerob dan sintesis protein). Zat ini seperti gel membantu sel untuk membawa, menyerap dan memproses nutrisi yang diperlukan.

► Enzim-enzim dalam sitosol memecah molekul besar, sehingga membantu organel untuk menggunakannya. Sebagai contoh, mitokondria dalam sel tidak dapat menggunakan molekul glukosa hadir dalam sitoplasma. Enzim-enzim dalam sitosol memecah molekul-molekul glukosa menjadi molekul piruvat, yang kemudian digunakan oleh mitokondria. Pertukaran kimia antara organel juga merupakan salah satu di antara fungsi sitoplasma yang berbeda.

Singkatnya, sitoplasma adalah faktor pengikat untuk organel dalam sel dan sinkronisasi berbagai fungsi selular. Kata di atas hanya gambaran singkat tentang fungsi sitoplasma dalam sel. Anda dapat melakukan studi rinci untuk mengetahui lebih lanjut tentang sitoplasma.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.