Ciri dan jenis Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial memiliki sejumlah karakteristik yaitu di antaranya: 1. Mobilitas sosial dapat melibatkan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat. 2. Mobilitas sosial dapat berlangsung secara vertikal (ke atas dan bawah) maupun horizontal.

Advertisement

3. Mudah-tidaknya individu atau sekelompok individu melakukan mobilitas sosial tergantung pada struktur sosial masyarakatnya.
4. Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antar individu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok.

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

1. Mobilitas Sosial Berdasarkan Ruang Lingkupnya

a. Mobilitas Intragenerasi

Mobilitas intragenerasi adalah mobilitas sosial yang di alami seseorang selama masa hidupnya (dalam satu generasi). Dengan kata lain mobilitas intragenerasi merupakan perubahan status sosial seseorang sepanjang hidupnya mulai dari lahir hingga meninggal dunia.

Dalam peristiwa mobilitas intragenerasi menunjukkan adanya pasang surut status sosial seseorang selama hidupnya. Hal tersebut dapat dilihat bahwa tidak selalu bergerak ke kelas dan status sosial yang lebih tinggi, tetapi dapat pula turun ke status yang lebih rendah. Sebagai contoh adalah: Pak Hasan awalnya adalah seorang buruh. Namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar.

Contoh lain, Pak Handoko memiliki dua orang anak yang pertama bernama Surya bekerja sebagai tukang becak, dan anak ke-2, bernama Roma, yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Namun, Roma lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Sementara Surya tetap menjadi tukang becak.

Advertisement

Perbedaan status sosial Surya dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.

b. Mobilitas Antargenerasi

Secara umum, mobilitas antargenerasi berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan pekembangan taraf hidup, baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya. Sebagai contoh, Pak Parjo adalah seorang tukang becak, ia hanya menamatkan pendidikannya hingga Sekolah Dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh itu menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.