Ciri-ciri Crustacea secara umum

Crustacea adalah invertebrata milik filum Arthropoda dan termasuk kelompok yang akrab dikenal seperti teritip, kepiting, udang, lobster, dan kutu air. Crustacea merupakan pemain kunci dalam jaring makanan di laut dan air tawar.

Advertisement

Mayoritas zooplankton pada air tawar terdiri dari cladocerans dan copepoda, dan di lautan copepoda, yang merupakan konsumen utama dari fitoplankton. Crustacea bentik sering baik sebagai pemulung dan konsumen kehidupan tanaman yang ditemukan di dasar danau dan dasar laut.

Secara kolektif, crustacea ini berfungsi sebagai sumber makanan utama bagi ikan, terutama selama tahap remaja. Selain peran mereka dalam jaring makanan, spesies terbesar dari crustacea sangat penting bagi ekonomi yang cukup besar.

Lobster, udang dan bahkan lobster air tawar masing-masing penting mendukung industri perikanan. Mereka juga semakin penting dalam budidaya. Bahkan, nilai crustacea yang diproduksi pada akuakultur sudah sebesar seperti ikan!

Spesies dewasa terkecil kurang dari 0,1 mm dan berat kurang dari 1 mg. Sebagai perbandingan, crustacea terberat adalah kepiting lumpur yang mencapai berat puncak 40 kg. Laba-laba kepiting Jepang adalah arthropoda terbesar yang pernah hidup, dengan rentang kaki 4 m.

Kebanyakan crustacea menggunakan reproduksi seksual standar. Crustacea lainnya, seperti kutu air yang hidup pada kolam sementara, berkembang biak dengan siklik atau obligat partenogenesis, di mana jantan yang tidak diketahui atau langka.

Advertisement

Betina pada spesies partenogenesis menghasilkan telur yang tidak memerlukan fertlisasi untuk berkembang. Selain variasi dalam sistem perkawinan, banyak crustacea air tawar menghasilkan dua jenis telur: satu yang berkembang segera, sementara yang lain yang mungkin diapause sampai beberapa ratus tahun.

Ada lebih dari 40.000 spesies yang berbeda dari crustacea. Sekitar 4.000 spesies ini terjadi di air tawar dan hampir 200 spesies yang ditemukan di Amerika Utara Great Lakes.

Crustacea menunjukkan keragaman yang luar biasa dalam bentuk tubuh dan bentuk, 3-50 pasang badan. Namun, crustacea juga berbagi fitur umum seperti bersendi, sepasang pelengkap, dan dua pasang antena. Semua crustacea yang tertutup dalam ekoskeleton pelindung yang terbuat dari kitin, yang harus ditumpahkan (atau “mounting”) untuk mengakomodasi pertumbuhan.

Kebanyakan crustacea adalah karnivora atau pemakan bangkai, meskipun herbivora dan detritivores juga umum, dan beberapa kelompok crustacea (misalnya, idopods bopyrid) adalah parasit tidak dikenali sebagai crustacea. Dalam beberapa spesies kanibalisme dapat terjadi pada kepadatan tinggi, atau ketika individu baru saja moulted dan rentan terhadap serangan. Makanan yang dibawa ke mulut dan diteruskan ke pabrik lambung di mana ia digiling menjadi partikel kecil. Pencernaan terjadi pada midgut atau usus tengah dan limbah dilewatkan dari hindgut atau usus belakang.

Semua crustacea memiliki sistem peredaran darah terbuka dan mempekerjakan baik hemoglobin atau haemosianin sebagai pigmen pernapasan. Kebanyakan crustacea memiliki jantung punggung, tetapi beberapa crustacea kecil hanya mengedarkan hemolymph mereka dengan gerakan tubuh. Crustacea yang melakukan osmoregulasi di air tawar dengan memproduksi jumlah urin yang berlebih. Kebanyakan crustacea air tawar memiliki insang toraks dan abdomen yang mereka bertukar gas sedangkan gas sisanya hanya menyebar di seluruh integumen tubuh mereka.

struktur tubuh Crustacea
struktur tubuh Crustacea

Crustacea telah mengembangkan otak tripartit yang kompleks dan berpasangan, ganglion tali saraf ventral. Mereka sering memiliki baik mata majemuk dan berbagai mata sederhana. Zooplankton menunjukkan sensitivitas tertentu terhadap cahaya karena mereka menjalani migrasi harian ke atas dan ke bawah kolom air untuk tinggal di kondisi cahaya terbaik dan untuk menghindari pandangan pemburu predator. Sistem kemosensori memungkinkan mereka untuk mencari makanan dan sambil menghindari predator.

Ringkasan Ciri-ciri Crustacea

1) Sistem Pencernaan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.

2) Sistem Saraf. Susunan saraf Udang adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera iaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.

3) Sistem Peredaran Darah. Sistem peredaran darah Udang disebut peredaran darah terbuka. Darah beredar tanpa melalui pembuluh darah.

4)Sistem Pernafasan. Pada umumnya Udang bernafas dengan insang. Kecuali Udang yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

5) Alat Reproduksi. Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Udang rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.