Bentuk dan Sifat Protozoa

Kata protozoa berasal dari bahasa Yunani (“protos”, dan “zoon” = hewan), yang berarti hewan tingkat rendah, yang bersel satu (unisel). Protozoa bersifat mikroskopis (ukuran tubuhnya antara 3-100 mikron).

Advertisement

Habitat atau tempat hidupnya adalah di tempat yang berair dan di tempat yang basah. Jika lingkungan kurang baik, protozoa akan membuat dinding yang tebal disebut kista/sista, dalam keadaan seperti ini protozoa dapat tahan lebih lama. Setelah situasi kembali baik, kista akan pecah dan protozoa dapat hidup aktif lagi.

Seluruh kegiatan berlangsung dalam tubuhnya yang terdiri atas satu sel itu, yang dilengkapi organel seperti nukleus, nukleolus, vakuola, mitokondrion, dan organel-erganel lainnya.

Umumnya protoza tidak memiliki dinding sel yang kuat, tetapi beberapa spesies dari protozoa ada yang mempunyai cangkok dari zat kersik.

Karena tidak mempunyai klorofil, maka cara hidupnya adalah heterotrop yaitu hidup dari zat-zat organik atau zat yan sudah jadi, baik secara saprofit maupun secara parasit. Di dalam ekosistem lautan, protozoa merupakan zooplankton. Perbedaan bakteri (Tumbuhan bersel satu) dan protoza (Hewan bersel satu) dapat kita lihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Perbedaan bakteri dan protozoa

Advertisement
Bakteri protozoa
 

1.      Dinding tubuh tebal, bentuk tubuh tetap

2.      Dinding sel terdiri atas selulosa

3.      Bersifat holifitik

4.      Kurang banyak bergerak

 

 

1.      Dinding tubuh tipis, bentuk tubuh umumnya berubah-ubah

2.      Dinding sel terdiri atas lipoprotein

3.      Bersifat heterotrof/holozoik

4.      Lebih banyak bergerak

 

Protozoa merupakan filum pertama dalam dunia hewan. Berdasarkan alat geraknya, protozoa dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu:

protozoa
protozoa
  1. Rhizopoda (Sarcodina), alat geraknya pseudopodium atau kaki semu.

Contoh: Amoeba, Entamoeba

  1. Flagellata (Mastigophora), alat geraknya bulu cambuk/fagel

Contoh: Euglena, Volvox, Noctiluca, Tripanosoma, Leishmania

  1. Ciliata (Ciliophora), alat gerak silia atau bulu getar.

Contohnya: Paramaecium, Balantidium, Stentor, Vorticella, Didinum

  1. Sporozoa, tidak mempunyai alat gerak.

Contoh: Plasmodium

Leave a Reply

Your email address will not be published.