7 Bukti Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Seperti yang terjadi di Kutai, masyarakat Jawa Barat pada waktu yang hampir bersamaan juga mengembangkan sistem kesukuan menjadi kerajaan. Proses itu dilakukan dengan berdirinya Kerajaan Tarumanegara yang beriokasi di lembah Sungai Citarum, Jawa Barat.

Advertisement

Prasasti-prasasti yang menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara  ditemukan  di Bogor. Jakarta, dan  daerah  Banten Selatan, yaitu antara lain Prasasti Ciaruteun (Citarum) ditemukan di tepi  Sungai Citarum  Boger,  Prasasti  Kebon  Kopi  ditemukan di kampung  Muara  Hilir,  Cibung  Bulang,  Bogar, dan  Prasasti Tugu ditemukan  di Cilincing, Jakarta. Prasasti-prasasti tersebut  berasal dari  abad  ke-5  M dan  menyebut   Purnawarman   sebagai   raja Tarumanegara.

Berdasarkan Prasasti Tugu, dapat diperkirakan  bahwa pusat pemerintahan Tarumanegara terletak di daerah antara Bogor dan Bekasi dengan wilayah kekuasaan  meliputi Banten, Jakarta, dan Cirebon sekarang, Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Purnawarman. Hal itu  dapat dilihat pada keterangan dalam prasasti yang menyebut Purnawarman sebagai raja yang gagah dan memperhatikan kehidupan  masyarakat  dengan sepenuh hati.

Tarumanegara meninggalkan 7 buah prasasti yang terbagi di berbagai tempat di indonesia
1. prasasti tugu
2. prasasti kebon kopi
3. prasasti cidanghiyang/lebak
4. prasasti jambu
5. prasasti ciaruteun
6. prasasti pasir awi
7. prasasti muara ciateun

Salah satu prestasi besar yang dilakukannya adalah membangun sistem irigasi.  Melalui kepemimpinannya, masyarakat bergotong royong menggali irigasi yang pada masa kemudian dikenal sebagai Sungai Gomati. Dengan demikian, pertanian dapat berkembang dan menjaga dari banjir.

Pengembangan bidang pertanian sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat Dengandemikian, masyarakatdapat mengembangkansektor-sektorlain yang mendukung kehidupan. Salah satu sektoryangdikembangkan adalah bidang perdagangan.

Advertisement

Kerajaan Tarumanegara menjadi salah satu pelabuhan dagang Nusantara yang penting. Sumber dari Cina menyebutkan bahwa perdagangan lokal sudah berkembang dengan melewati jalur darat dan air.

Selain menjadi pusat dagang Nusantara, KerajaanTarumanegara juga berhasil menjadi pelabuhan dagang internasional. Pedagang-pedagang dari Cina banyak yang datang untuk melakukan transaksi di kerajaan Tarumanegara, seperti dikisahkan oleh seorang pendeta Cina bernama Fa-hien. Komoditas yang diperdagangkan adalah cula badak, gading gajah, emas, perak, dan alat-atat pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.