Nilai energi berbagai bahan makanan (akibat kelebihan dan kekurangan energi)

Sumber energi berkonsentrasi tinggi adalah bahan makanan sumber lemak, seperti lemak dan minyak, kacang-kacangan dan biji-bijian. Setelah itu bahan makanan sumber karbohidrat, seperti padi-padian, umbi-umbian, dan gula murni. Semua makanan yang dibuat dari dan dengan bahan makanan tersebut merupakan sumber energi.

Nilai energi berbagai bahan makanan (kkal/100 gram)

Bahan makananNilai energiBahan makananNilai energi
Beras setengah giling363Telur bebek189
Gaplek338Ikan segar113
Jagung kuning, pipil355Udang segar91
Ketela pohon (singkong)146Daun singkong73
Mie kering337Kangkung29
Roti putih248Tomat masak20
Ubi jalar merah123Wortel42
Kacang hijau345Mangga harumanis46
Kacang kedelai331Pepaya46
Kacang merah336Susu sapi61
Tahu68Susu kental manis336
Tempe149Minyak kelapa870
Ayam302Gula kelapa386
Daging sapi207Gula pasir364
Telur ayam162Jelli/jam239

Keseimbangan energi

Keseimbangan energi dicapai bila energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan sama dengan energi yang dikeluarkan. Keadana ini akan menghasilkan berat badan ideal/normal. Cara mudah untuk menentukan berat badan ideal orang dewasa adalah dengan mengukur tinggi badannya.

Berat badan ideal (kg) = [(tinggi badan (cm) – 100) – 10%]

Berat badan ideal ini bergantung pada besar kerangka dan komposisi tubuh dalam hal otot dan lemak. Seseorang yang berkerangka besar dan atau mempunyai komposisi otot relatif lebih besar mempunyai berat badan ideal yang lebih besar. Untuk hal ini diberi kelonggaran kurang lebih 10-20%.

Cara lain adalah dengan menentukan Indeks Masa Tubuh/IMT (Body Mass Index)

IMT = berat badan (kg) / tinggi badan (m)

IMT yang dihubungkan dengan resiko paling rendah terhadap kesehatan adalah antara 22 dan 25. Berat badan lebih rendah bila IMT antara 25 dan 30, sedangkan obesitas bila IMT lebih besar dari 30.

Hubungan IMT dengan risiko terhadap penyakit

IMTRisiko terhadap penyakit
20-25Sangat rendah
25-30Rendah
30-35Sedang
35-40Tinggi
>40Sangat tinggi

Nilai IMT meningkat dengan satu unit untuk tiap 10 tahun hingga umur 65 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa IMT yang berkaitan dengan tingkat risiko paling rendah meningkat dengan umur.

IMT ideal menurut umur

Umur (tahun)IMT (kg/m)2
19-2419-24
25-3420-25
35-4421-26
45-5422-27
55-6423-28
>6524-29

Akibat Kekurangan Energi

Kekurangan energi terjadi bila konsumsi energi melalui makanan kurang dari energi yang dikeluarkan. Tubuh akan mengalami keseimbangan energi negatif. Akibatnya, berat badan kurang dari berat badan seharusnya (ideal). Bila terjadi pada bayi dan anak-anak akan menghambat pertumbuhan dan pada orang dewasa penurunan berat badan dan kerusakan jaringan tubuh.

Gejala yang ditimbulkan adalah kurang perhatian, gelisah, lemah, cengeng, kurang bersemangat dan penurunan daya tahan terhadap penyakit infeksi. Akibat berat pada bayi dinamakan marasmus dan bila disertai kekurangang protein kwashiorkor.

Akibat kelebihan energi

Kelebihan energi terjadi dila konsumsi energi melalui makanan melebihi energi yang dikeluarkan. Kelebihan energi ini akan diubah menjadi lemak tubuh. Akibatnya, terjadi berat badan lebih atau kegemukan. Kegemukan bisa disebabkan oleh kebanyakan makan, dalam hal karbohidrat, lemak maupun protein, tetapi juga karena kurang bergerak.

Kegemukan dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi tubuh, merupakan risiko untuk menderita penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, penyakit kanker.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *