Perbedaan antara neutrofil dan makrofag

Neutrofil dan makrofag adalah leukariota yang termasuk sistem kekebalan tubuh bawaan, dan dianggap sebagai pembela awal utama terhadap patogen. Sel-sel khusus ini dapat menekan melalui lubang-lubang kecil pembuluh darah, sebuah proses yang disebut diapedesis, yang pada akhirnya memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan ke area infeksi dengan mudah.

Biasanya ketika jaringan rusak, reaksi peradangan terjadi di tempat itu. Hal ini disebabkan zat kimia yang dilepaskan oleh bakteri ke jaringan sekitarnya dan darah. Bahan kimia ini akhirnya memicu daya tarik neutrofil dan makrofag. Proses migrasi terhadap zat-zat kimia ini disebut chemotoxis, sehingga dianggap sebagai reaksi signifikan pertama tindakan pertahanan terhadap patogen. Kedua jenis sel ini dapat mem-phagocytise patogen di area yang terinfeksi.

Apa yang disebut dengan neutrofil?

Neutrofil (bahasa Inggris: neutrophil, polymorphonuclear neutrophilic leukocyte, PMN) adalah bagian sel darah putih dari kelompok granulosit. Bersama dengan dua sel granulosit lain: eosinofil dan basofil yang mempunyai granula pada sitoplasma, disebut juga polimorfonuklir. Granula neutrofil berwarna merah kebiruan.

Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan proses inflamasi lainnya, serta menjadi sel yang pertama hadir ketika terjadi infeksi di suatu tempat. Dengan sifat fagositik yang mirip dengan makrofaga, neutrofil menyerang patogen dengan serangan respiratori menggunakan berbagai macam substansi beracun yang mengandung bahan pengoksidasi kuat, termasuk hidrogen peroksida, oksigen radikal bebas, dan hipoklorit.

Rasio sel darah putih dari neutrofil umumnya mencapai 50-60%. Sumsum tulang normal orang dewasa memproduksi setidaknya 100 miliar neutrofil sehari, dan meningkat menjadi sepuluh kali lipatnya juga terjadi inflamasi akut.

Setelah lepas dari sumsum tulang, neutrofil akan mengalami 6 tahap morfologis: mielocit, metamielocit, neutrofil non segmen (band), neutrofil segmen. Neutrofil segmen merupakan sel aktif dengan kapasitas penuh, yang mengandung granula sitoplasmik (primer atau azurofil, sekunder, atau spesifik) dan inti sel berongga yang kaya kromatin. Sel neutrofil yang rusak terlihat sebagai nanah.

Apa yang disebut dengan makrofag?

Makrofag (bahasa Inggris: macrophage, MAC, bahasa Yunani: makros, “pemakan besar” dan bahasa Yunani: phagein, “makan”) adalah sel pada jaringan yang berasal dari sel darah putih yang disebut monosit. Monosit dan makrofag merupakan fagosit, berfungsi terutama pada pertahanan tidak spesifik. Peran makrofag adalah untuk memfagositosis seluler dan patogen serta untuk menstimulasikan limfosit dan sel imun lainnya untuk merespon patogen.

Makrofag berasal dari monosit yang terdapat pada sirkulasi darah, yang menjadi dewasa dan terdiferensiasi kemudian bermigrasi ke jaringan. Makrofag dapat ditemukan dalam jumlah besar terutama pada jaringan penghubung, seperti yang terhubung dengan saluran pencernaan, di dalam paru-paru (di dalam cairan tubuh maupun alveoli), dan sepanjang pembuluh darah tertentu di dalam hati seperti sel Kupffer, dan pada keseluruhan limpa tempat sel darah yang rusak didaur keluar tubuh. Makrofag jenis ini dinamakan makrofag residen yang sudah terdiferensiasi penuh.

Makrofag mampu bermigrasi hingga keluar sistem vaskuler dengan melintasi membran sel dari pembuluh kapiler dan memasuki area antara sel yang sedang diincar oleh patogen. Neutrofil adalah fagosit yang paling efisien disusul oleh makrofag , dan bisa mencerna sejumlah besar bakteri atau sel lainnya. Pengikatan molekul bakteri ke reseptor permukaan makrofag memicu proses penelanan dan penghancuran bakteri melalui “serangan respiratori”, menyebabkan pelepasan spesi oksigen reaktif (ROS). Patogen juga menstimulasi makrofag untuk menghasilkan kemokin, yang memanggil sel fagosit lain di sekitar wilayah terinfeksi.

Selain berperan sebagai fagosit, makrofag juga bisa berperan sebagai sel penyaji antigen (APC). Peran makrofag sebagai APC tampak pada fungsi efektor, namun kurang bermakna pada aktivasi limfosit naif.

Apa perbedaan antara Neutrophil dan Macrophage?

  1. Makrofag dapat hidup lebih lama daripada neutrofil.
  2. Karena makrofag lebih besar dari neutrofil, makrofag dapat mem-fagosit lebih banyak dari patogen penyerang daripada neutrofil.
  3. Setelah infeksi, neutrofil mendominasi situs yang terinfeksi secara dini sementara makrofag mendominasi situs yang terinfeksi pada tahap selanjutnya (1 hingga 2 hari setelah infeksi).
  4. Tidak seperti neutrofil, makrofag dapat menyajikan fragmen antigenik ke limfosit T dalam konteks MHC (Major Histocompatibility Complex) molekul kelas II setelah menelan sel-sel bakteri.
  5. Tidak seperti makrofag, neutrofil memiliki inti multilob. Inti makrofag adalah besar dan berbentuk bulat.

Artikel terkait lainnya

1 thought on “Perbedaan antara neutrofil dan makrofag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *