Anabolisme dan Katabolisme, Pengertian, Contoh dan Perbedaannya

Metabolisme adalah proses biokimia yang memungkinkan organisme untuk hidup, tumbuh, berkembang biak, menyembuhkan, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Anabolisme dan katabolisme adalah dua proses metabolisme, atau fase. Anabolisme mengacu pada proses yang membangun molekul yang dibutuhkan tubuh; biasanya membutuhkan energi untuk penyelesaian. Katabolisme mengacu pada proses yang memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih kecil; biasanya melepaskan energi bagi organisme untuk digunakan.

Secara kolektif, katabolisme dan anabolisme adalah dua komponen metabolisme. Perbedaan mendasar utama antara dua proses, adalah jenis reaksi yang terlibat di masing-masing proses.

Anabolisme memanfaatkan ATP sebagai bentuk energi, mengubah energi kinetik menjadi energi potensial yang tersimpan dalam tubuh, yang meningkatkan massa tubuh. Ini menghasilkan proses endergonic, yang anaerobik, terjadi selama proses fotosintesis pada tanaman, serta asimilasi pada hewan.

Katabolisme melepaskan energi, baik sebagai ATP atau panas, mengubah energi potensial yang tersimpan menjadi energi kinetik. Membakar molekul kompleks dan mengurangi massa tubuh dan menghasilkan proses eksergonik, yang bersifat aerobik dan terjadi selama respirasi sel, pencernaan, dan ekskresi.

Pengertian katabolisme

Katabolisme adalah lintasan metabolisme yang merombak suatu substrat kompleks molekul organik menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan energi, pada umumnya berupa ATP. Pada lintasan katabolisme, molekul berukuran besar seperti polisakarida, lipid, asam nukleat dan protein akan terombak menjadi beberapa molekul yang lebih kecil seperti monosakarida, asam lemak, nukleotida, dan asam amino.

Pengertian anabolisme

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.

Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh.

Contoh katabolisme dan anabolisme

Anabolisme: tumbuhan menyusun makanannya dalam proses fotosintesis, Glikogenesis (pembentukan glikogen dari glukosa), Fotosintesis, metabolisme sekunder Sedangkan contoh katabolisme ialah proses respirasi atau pernafasan, Glikogenolisis : proses pemecahan glikogen menjadi glukose, dan juga Glikolisis : proses pemecahan glukose menjadi asam piruvat

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *