Fungsi asam empedu

asam empedu memiliki fungsi yang luar biasa, berikut ini adalah ulasan fungsi asam empedu. Semoga saja ulasan tentang fungsi asam empedu ini bermanfaat banyak.

Fungsi asam empedu adalah:

  1. Membantu absorbsi asam-asam lemak, kolesterol, vitamin D dan K serta karoten.
  2. Sebagai perangsang aliran cairan empedu dari hati.
  3. Sebagai emulgator dalam proses pencernaan lemak dalam usus.
  4. Dapat mengaktifkan lipase dalam cairan pankreas.
  5. Menjaga agar kolesterol tetap larut dalam cairan empedu sebab bila perbandingan asam empedu dengan kolesterol rendah, akan menyebabkan terjadinya endapan kolesterol.

Apa itu asam empedu?

Asam empedu adalah asam steroid yang diproduksi oleh hati dan disimpan di dalam empedu. Asam empedu biasa ditemukan dalam bentuk asam kolik dengan kombinasi dengan glisin dan taurin.

Pengikat Asam Empedu

Kolestiramin adalah resin penukar anion yang tidak diabsorpsi dari saluran cerna. Dapat meringankan diare dan pruritus dengan membentuk senyawa kompleks dengan asam empedu dalam usus yang tidak larut. Kolestiramin dapat mengganggu absorpsi sejumlah obat. Kolestiramin juga digunakan pada hiperkolesterolemia (bagian 2.10).

7 sifat sinar katode

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan 7 sifat sinar katode. Semoga ulasan tentan 7 sifat sinar katode ini bermanfaat banyak.

7 sifat sinar katode adalah:

  1. dapat menimbulkan kalor pada benda-benda yang ditumbuknya
  2. menghitamkan plat film
  3. merambat meurut garis lurus
  4. dapat memendarkan seng sulfida dan barium platinasianida
  5. terdiri dari partikel bermuatan negatif ( elektron )
  6. dapat menyimpang dala medan magnet dan medan listrik
  7. dapat menghasilkan sinar x ketika menumbuk zat

Apa pengertian sinar katode?

Sinar katode (disebut pula pancaran elektron) adalah arus elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif.

Jelaskan bagaimana Percobaan Sinar Katode!

Berdasarkan eksperimennya Thomson mengukur bahwa kecepatan sinar katoda jauh lebih kecil dibandingkan kecepatan cahaya, jadi sinar katoda ini bukan merupakan REM. Selain itu Ia juga menetapkan perbandingan muatan listrik (e) dengan massa (m). Hasil rata-rata e/m sinar katoda kira-kira :

Nilai ini sekitar 2000 kali lebih besar dari e/m yang dihitung dari hidrogen yang dilepas dari elektrolisis air (Thomson menganggap sinar katoda mempunyai muatan listrik yang sama seperti atom hidrogen dalam elektrolisis air.

Kesimpulan : Partikel sinar katoda bermuatan negatif dan merupakan partikel dasar suatu benda yang harus ada pada setiap atom. Pada tahun 1874 Stoney mengusulkan istilah elektron.

Setelah harga e/m untuk elektron diketahui melalui percobaan yang dilakukan oleh J.J THomson, selanjutnya diperlukan percobaan lain untuk menentukan nilai e atau m. jika salah satunya diketahui, maka nilai yang satu lagi dapat ditentukan.

Jelaskan Tabung Sinar Katode!

Untuk memancarkan sinar, dibutuhkan tabung katode yang disebut dengan Tabung sinar katoder. Dilansir dari wikipedia, tabung sinar katode (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop.

CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi TV lainnya.

Pada tahun 1878, Sir William Crookes, seorang ilmuwan Inggris, menampilkan sinar katoda pertama menggunakan modifikasi alat Geissler. Kontribusi besar untuk pembuatan tabung adalah untuk mengembangkan cara-cara untuk mengeluarkan hampir semua udara dari tabung.

Crookes juga melakukan berbagai percobaan menggunakan peralatan yang lebih dapat diandalkan untuk mengkonfirmasi temuan sebelumnya tentang sifat-sifat sinar katoda. Dia menemukan dua hal yang mendukung hipotesis bahwa sinar katoda terdiri dari aliran partikel:

Ketika sebuah benda ditempatkan antara katoda dan ujung tabung, itu membentuk bayangan pada kaca. Bayangan yang disebabkan oleh benda menunjukkan bahwa partikel sedang diblokir dalam perjalanan mereka dari katoda ke anoda.

Sebuah tabung sinar katoda dibangun dengan rel logam kecil antara dua elektroda. Melekat pada rel adalah roda dayung mampu berputar di sepanjang rel. Setelah memulai tabung sinar katoda, roda diputar dari katoda menuju anoda.

Perhatikan bahwa katoda dan anoda diposisikan sehingga sinar akan menyerang bagian atas roda dayung. Crookes menyimpulkan bahwa sinar katoda terbuat dari partikel-partikel yang harus memiliki massa.

Contoh bilangan koordinasi

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan beberapa contoh bilangan koordinasi. Semoga saja ulasan tentang contoh bilangan koordinasi ini memberikan m.anfaat banyak

Yang dimaksud dengan Bilangan Koordinasi adalah banyaknya ligan yang diikat oleh ion pusat (ion logam). Ion pusat merupakan akseptor (penerima) pasangan elektron bebas.

Contoh bilangan koordinasi adalah:

Pada ion Ag(NH3)2mempunyai bilangan koordinasi 2 dengan ion pusat (ion logam): Ag dan ligannya adalah NH3.

Ligan adalah ion atau molekul  pemberi pasangan elektron. Bilangan koordinasi adalah banyaknya ligan yang diikat oleh ion pusat (ion logam). Ion pusat merupakan akseptor (penerima) pasangan elektron bebas.

Senyawa koordinasi disebut juga dengan senyawa komplek. Senyawa koordinasi adalah senyawa yang mengandung satu atau lebih ion kompleks dengan sejumlah kecil molekul atau ion di seputar atom atau ion logam pusat, biasanya dari logam golongna transisi.

Senyawa koordinasi berperan sebagai katalis. Sifat-sifat logam pusat seperti muatan, tingkatan oksidasi, konfigurasi elektron dan geometri akan memberikan pengaruh pada reaktifitas senyawa kompleks tersebut.

Katalis senyawa kompleks logam transisi dengan rumus umum [M(L)n]x[A]y dimana M adalah ion logam pusat, L adalah ligan lemah dan A adalah anion lawan berdaya koordinasi lemah atau sama sekali non koordinasi, beberapa diantaranya telah diaplikasikan sebagai katalis dalam reaksi kimia organik.

Bagaimana cara menentukan bilangan koordinasi?

Cara untuk menentukan bilangan koordinasi tidak sama untuk molekul dan kristal. Untuk molekul dan ion poliatomik, bilangan koordinasi suatu atom ditentukan cukup dengan menghitung jumlah atom yang terikat dengan atom pusat (oleh ikatan tunggal atau ganda). Contohnya, di dalam kompleks [Cr(NH3)2Cl2Br2], Cr3+ adalah kation pusatnya dan memiliki bilangan koordinasi sebesar 6.

Namun, kristal dengan struktur padat memiliki ikatan yang lebih sult didefinisikan, dan dalam kasus ini jumlah atom tetangga-lah yang digunakan. Metode yang paling sederhana adalah metode yang digunakan di dalam ilmu material. Bilangan koordinasi suatu struktur dalam hal ini mengacu kepada jumlah tetangga suatu atom di dalam kisi kristal.

Rumus kalor lebur dan contoh soalnya

Hai kawan-kawan, admin akan memberikan ulasan singkat tentang rumus kalor lebur dan contoh soalnya. Semoga saja ulasan tentang rumus kalor lebur dan contoh soalnya ini bermanfaat banyak.

Apa yang dimaksud kalor lebur?

Kalor lebur (dengan notasi L) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat padat menjadi cair pada titik leburnya. Jika zat cair didinginkan, suhu cairan akan turun dan pada suatu saat akan membeku. Pada saat membeku, zat melepaskan kalor. Banyaknya kalor yang dilepaskan oleh suatu zat saat membeku disebut kalor beku.

Rumus Kalor Lebur

Secara matematis, banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan zat padat pada titik leburnya adalah sebagai berikut.

Q = m · U

Keterangan:
Q = kalor yang diperlukan (J)
m = massa zat (kg)
L = kalor lebur atau kalor beku (J kg-1)

Berikan Contoh Soal Kalor Lebur!

Soal No. 1) Berapakah kalor yang diperlukan untuk melebur 5 kg aluminium jika kalor lebur aluminium 403.000 J kg-1?

Jawaban:
massa aluminium (m) = 5 kg
kalor lebur aluminium (L) = 403.000 J kg-1

Q = m · L
= (5 kg) × (403.000 J kg-1)
= 2.015.000 J
Jadi, banyaknya kalor yang diperlukan adalah sebesar 2.015.000 J.

Soal No. 2) Berapakah banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan 200 g es yang mempunyai suhu -5 °C, jika kalor jenis es 2.100 J kg-1 °C dan kalor lebur es 340.000 J kg-1?

Jawaban:
massa es (m) = 200 g = 0,2 kg
suhu awal es = -5 °C
kalor jenis es (c) = 2.100 J kg-1 °C
kalor lebur es (L) = 340.000 J kg-1

Pengertian dan Rumus Kalor Lebur serta Contoh Soal Kalor Lebur

Perhatikan grafik pada gambar di atas. Dari grafik terlihat bahwa untuk meleburkan es yang bersuhu -5 oC terlebih dahulu diperlukan kalor Q1 untuk menaikkan suhu es sampai pada titik leburnya (0oC), yaitu sebesar:
Q1 = m · c · ΔT
= (0,2 kg) × (2.100 J kg-1 °C) × (5°C)
= 2.100 J

Setelah itu, diperlukan kalor untuk meleburkan es menjadi air sebesar:
Q2 = m · L
= (0,2 kg) × (340.000 J kg-1)
= 68.000 J

Jadi, banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan es yang bersuhu -5 °C menjadi air yang bersuhu 0 °C adalah:
Qtotal = Q1 + Q2
= 2.100 J + 68.000 J
= 70.100 J

Fungsi pipet gondok dan pipet volumetrik

Fungsi pipet gondok adalah untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai ukuran pipet gondok, sedangkan fungsi pipet volumetrik adalah untuk mengambil cairan dengan volume tertentu dengan ketelitian lebih tinggi.

Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan hanya ada satu ukuran volume.

Apa yang dimaksud pipet volume?

Pipet volume digunakan untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah yang lain, biasanya untuk memindahkan larutan baku primer atau sample pada proses titrasi. Pemindahan cairan dapat dilakukan secara manual dengan disedot menggunakan mulut atau menggunakan piller.

Apa yang dimaksud pipet volumetri ?

Pipet volumetri adalah alat untuk mengukur volume cairan dalam skala yang kecil. Pipet harus ditera dulu sebelum digunakan agar cairan yang dikeluarkan dari pipet tersebut keluar tepat secara kuantitatif. Namun walaupun demikian, hasil dari pemipetan tersebut tidaklah tepat 100%, pasti terdapat kesalahan yang namanya galat.

Pipet Gondok

Jelaskan Bentuk Pipet Volume!

Pipetsendiri adalah sebuah alat yang mempunyai bentuk silinder dan cukup panjang. Jika diamati lebih lanjut bentuk pipet akan menyerupai bentuk sedotan minuman. Umumnya terbuat dari bahan gelas atau beling dan transparan.

Umunya juga alat ini menggunakan satuan ukur mililiter atau ml. Sehingga dengan bentuk dan ukuran tersebut pipet sangat cocok dan sangat membantu proses pengujian tertentu yang membutuhkan tingkat keakuratan tinggi. Jenis pipet sebenarnya cukup bermacam macam oleh karena itu sangat penting untuk memahami jenis dan juga kegunaannya agar tidak salah pakai dan mengakibatkan kegagalan dalam proses pengujian.

Apa Fungsi Pipet Volume?

Fungi pipet volume adalah untuk memindahkan cairan-cairan yang digunakan dalam proses pengujian dengan jumlah mulai sangat kecil hingga ukuran lainnya yang diinginkan sang penguji.

Caranya adalah dengan menyedot cairan yang akan dipindahkan dengan menggunakan mulut secara perlahan lahan. Sehingga sangat penting sekali untuk selalu ingat saat menggunakan alat ini harus cukup berhati hari terutama saat akan memindahkan berbagai jenis cairan yang berbahaya.

Pipet Volume sangat penting digunakan dalam pengujian pengujian biologi, seperti biologi molekular, dan juga pengujian pengujian kimia yang masuk dalam bagian kimia analitik.

Tidak hanya disitu saja, namun berbagai praktek ilmu kedokteran juga membutuhkan pipet volume. Alat ini umumnya dibuat dengan bahan bahan yang transparan, dan sangat membantu dalam memindahkan berbagai macam jenis cairan dan zat cair lainnya.

Bagaimana Cara Menggunakan Pipet Gondok?

Sebelum menggunakan pipet gondok atau biasa disebut juga sebagai pipet volume, kita harus memastikan pipetnya kering dan bersih. Kemudian sediakan bola isap yang baik dan pasangkan ke atas pipet. Coba ujung pipet ke bagian dalam bola isap sehingga pipet tidak mudah lepas dari bola isap.

Untuk menyedot cairan, kita harus memeras uruf A yang ditemukan pada bola isap, sementara untuk melepaskan cairan, kita cukup menekan tombol E pada bola isap. Pastikan cairan tersebut harus sesuai dengan garis batas cairan.

Hal ini tentu berbeda dengan cara penggunaan pipet tetes. Pertama bola karet yang berada di atas pipet diperas dan dipegang kemudian dimasukkan ke dalam cairan. Ketika pipet dimasukkan, tekan bola karet dan lepaskan dan angkat pipet dari cairan dan transfer ke wadah lain. Untuk pindah ke wadah lain kita hanya perlu memeras karet kembali di atas pipet perlahan-lahan, mengambil cairan ini sesuai kebutuhan.

Dan tentunya penggunaan pipet gondok juga berbeda dengan pipet pengukur. Pipet pengukur memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah daripada pipet volume. Pipet pengukur dapat digunakan untuk memindahkan sejumlah besar larutan. Cara menggunakannya sama dengan pipet seukuran anak yatim dengan menggunakan bola isap.

Sebutkan 5 macam dan jenis pipet beserta fungsinya!

  1. Pipet atau Chemical Dropper, adalah pipet yang berfungsi sebagai alat untuk memindahkan sejumlah zat cair. Piper sendiri memiliki tingkat presisi dan tingkat akurasi yang tinggi. Dalam pembuatannya, pipet ini terbagi menjadi dua jenis, yakni mikropiper yang memiliki ukuran sangat kecil hingga kecil. Kemudian yang kedua adalah jenis makro yang memiliki ukuran serta volume cairan lebih besar jika dibandingkan dengan jenis mikro.
  2. Pipet Ukur, adalah jenis pipet volume yang memiliki ukuran paling besar yakni mencapai 50 ml. Fungsinya utamanya sebenarnya masih sama, yakni untuk memindahkan berbagai macam jenis larutan dalam proses uji coba.
  3. Pipet Tetes, adalah jenis pipet yang dapat memindahkan cairan setetes demi setetes dari satu wadah ke wadah lain. Cara kerjanya pun masih tak jauh berbeda dengan jenis lain, yakni dengan menyedot cairan dari wadah pertama kemudian dipindah ke wadah lain, namun dengan cara meneteskannya.
  4. Pipet Volume, adalah jenis pipet yang memiliki bentuk lain dari yang lain meskipun secara fungsi jenis pipet ini masih sama dengan jenis pipet lainnya, yakni untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lain. Untuk bentuknya, bagian tengah pipet volume menggembung dan berguna untuk memindahkan serta mengambil cairan ataupun larutan dengan volume tertentu sesuai label volume yang ada pada bagian tengah (yang menggelembung). Pengambilan cairan menggunakan pipet volume ini bisa dilakukan secara manual, namun Anda juga bisa menggunakan bantuan alat penyedot yang disebut dengan propipet atau pipet pump.
  5. Pipet Buret, memiliki fungsi sangat akurat dalam mengukur sebuah cairan yang dikeluarkan saat proses titrasi. Jenis ini biasanya digunakan dalam sebuah uji coba yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi.