Menjelaskan Unsur Dasar Indeks Pembangunan Manusia dengan singkat

Untuk mengukur IPM maka digunakan 3 unsur dasar pembangunan manusia yaitu:

  • Usia Harapan Hidup

Usia harapan hidup mencerminkan usia maksimum yang diharapkan seseorang untuk dapat bertahan hidup. Pembangunan manusia harus lebih mengupayakan agar penduduk dapat mencapai usia harapan hidup yang panjang. Indikator harapan hidup ini meliputi:

  1. Angka kematian bayi.
  2. Penduduk yang diperkirakan tidak mencapai usia 40 tahun.
  3. Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan.
  4. Persentase penduduk yang sakit “morbiditas”.
  5. Rata-rata lama sakit.
  6. Persentase penduduk yang melakukan pengobatan sendiri.
  7. Persentase kelahiran ditolong yang ditolong oleh tenaga medis.
  8. Persentase balita kekurangan gizi.
  9. Persentase rumah tangga yang mempunyai akses ke sumber air minum bersih.
  10. Persentase rumah tangga yang menghuni rumah berlantai tanah.
  11. Persentase penduduk tanpa akses terhadap fasilitas kesehatan.
  12. Persentase rumah tangga tanpa akses terhadap sanitasi.

Baca Juga : 

  • Pengetahuan

Pengetahuan dalam hal ini tingkat pendidikan juga diakui secara luas sebagai unsur mendasar dari pembangunan manusia, indikator pendidikan ini meliputi:

  1. Angka melek huruf.
  2. Rata-rata lama sekolah.
  3. Angka partisipasi sekolah.
  4. Angka putus sekolah “Drop Out/DO” dan lain-lain.
  • Standar Hidup Layak

Unsur dasar pembangunan manusia yang ketiga ialah standar hidup layak Indikator standar hidup layak bisa dilihat dari daya beli masyarakat yang meliputi:

  1. Jumlah yang bekerja.
  2. Jumlah pengangguran terbuka.
  3. Jumlah dan persentase penduduk miskin.
  4. PDRB riil per kapita.

Jadi setiap tahun daftar negara menurut IPM diumumkan berdasarkan penilaian di atas. Pengukuran alternatif lainnya ialah Indeks Kemiskinan Manusia yang lebih berfokus kepada kemiskinan.