Menjelaskan Tujuan Pokok Ajaran Merkantilisme dengan singkat

Merkantilisme termasuk kebijakan ekonomi nasional yang bertujuan untuk mengumpulkan cadangan moneter yang melalui keseimbangan perdagangan positif, terutama barang jadi, yang secara historis kebijakan tersebut sering menyebabkan perang dan juga termotivasi untuk melakukan ekspansi kolonial.

Berikut ini adalah 7 ajaran pokok dari merkantilisme dalam buku perkembangan pemikiran ekonomi oleh Teguh Sihono, 2008. Tujuh hal pokok dalam ajaran merkantilisme yakni :

  1. Logam Mulia berupa Emas dan Perak adalah jenis kekayaan yang sangat diinginkan. Beberapa kaum merkantilis mempercayai bahwa logam mulia adalah satu-satunya kekayaan yang berharga untuk dicari.
  2. Merkantilisme mengajarkan tentang nasionalisme. Tidak semua Negara menikmati surplus dari ekspor besar dan mengumpulkan kekayaan dari pembayaran yang dilakukan dengan negeri tetangga. Hanya kekuatan orang yang dapat mempertahankan koloninya dan mendominasi lalulintas perdagangannya, akan sanggup bersaing dengan Negara-negara lain dan sukses dalam persaingan ekononomi.
  3. Menganjurkan impor bahan mentah tanpa pajak bilamana barang itu dapat diproduksikan didalam negeri dan pengeluaran barang-barang mentah.

  4. Pedagang-pedagang kapitalis percaya bahwa penguasaan atau dominasi serta monopoli di daerah kolonial adalah untuk keuntungan negara penjajah.
  5. Merkantilis memperbolehkan adanya monopoli dan perdagangan bebas disini dalam hal perpajakan saja, yang tidak sama dengan prinsip perdagangan bebas, sehingga tidak semua orang bebas menggunakan modalnya dengan hak-hak utama/ free trade.

  6. Menghendaki pemerintah sentral yang kuat untuk dapat melaksanakan peraturan-peraturan di dalam bidang perdagangan dan perusahaan. Pemerintah mengijinkan hal-hal untuk mengadakan monopoli guna melakukan perdagangan luar negeri.

Meskipun mengutamakan kekayaan bangsa, akan tetapi merkantilis tidak mendorong untuk kekayaan sebagian besar penduduk. Dalam kenyataanya kaum merkantilis senang akan masyarakat atau penduduk yang bekerja giat, yang mampu menyediakan tenaga kerja murah dan tentara serta relasi yang siap untuk bertempur demi kejayaan bangsa serta memperkaya pemimpin-pemimpin mereka.