Menjelaskan Tujuan Majas Asosiasi dengan singkat

Secara umum penggunaan semua majas memiliki tujuan yang sama, yakni untuk memberikan efek yang lebih nyata, hidup, dan indah pada kalimat sastra. Demikian halnya dengan majas jenis asosiasi ini.

Namun, apabila dilihat secara terperinci, majas perbandingan ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya :

1. Tujuan Estetika

Tujuan estetika dimiliki oleh semua majas secara umum. Penggunaan majas perbandingan jenis asosiasi sengaja dibuat untuk kepentingan keindahan dalam sebuah kalimat sastra.

Dengan membandingkan objek yang bentuknya berbeda jauh, tentu sebuah tulisan sastra akan terlihat lebih menarik dan tidak bersifat monoton saat dibaca. Dengan begitu, orang akan tertarik untuk meneruskan bacaan.

Terlebih karya dalam bentuk tulisan cenderung bersifat monoton karena tanpa disertai visual ataupun audio nyata seperti saat bercerita langsung di hadapan orang lain.

2. Tujuan Penjelas

Tujuan kedua dari majas ini adalah memberikan penjelasan yang sulit diucapkan dengan lisan atau bersifat subjektif. Dengan membandingkannya pada objek lain yang sifatnya lebih objektif, diharapkan orang yang membaca atau mendengar bisa memperkirakan objek yang digambarkan.

Misalnya dalam penggambaran suatu masalah yang sangat rumit, seseorang sengaja menggunakan benang yang kusut sebagai pembandingnya. Diharapkan orang yang mendengar bisa lebih jelas karena bisa membayangkan betapa sulitnya benang yang kusut itu diuraikan.

3. Tujuan Deskripsi

Tujuan lainnya adalah untuk mendeskripsikan suatu objek. Tidak semua objek yang dilihat dalam sudut pandang penulis atau orang yang bercerita bisa dideskripsikan degan jelas. Untuk membantu mempermudah pengucapan atau penulisan, dibuatlah majas jenis asosiasi.

4. Tujuan Membandingkan Objek pada Kalimat

Tujuan yang paling jelas terlihat dari majas ini adalah membandingkannya dengan objek lain. Hal ini sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa objek yang dibandingkan memiliki kesamaan dengan objek yang dibandingkan.

Jika objek pembandingnya buruk, tentu buruklah nilai dari objek tersebut. Sebaliknya apabila objek pembandingnya baik, berarti nilai objek tersebut juga dianggap baik.