Menjelaskan Teori Tentang Sel dengan singkat

Dengan perkembangan penemuan mengenai sel mendorong berkembangnya persepsi mengenai sel. Yang dari sinilah kemudian lahir teori-teori mengenai sel, beberapa teori tentang sel sebagai berikut:

 

Sel Merupakan Kesatuan Atau Unit Struktural Makhluk Hidup

Teori ini dikemukan oleh seorang yang bernama Jacob Schleiden (1804-1881) dan Theodor Schwan (1810-1882). Tahun 1839 Schleiden, yang ahli botani berkebangsaan Jerman, mengadakan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. Pada waktu yang bersamaan Theodor Schwan melakukan pengamatan terhadap sel hewan.

Yang dari hasil pengamatannya mereka menarik kesimpulan sebagai berikut:

  • Yang tiap makhluk hidup terdiri dari sel.
  • Pada sel merupakan unit structural terkecil pada makhluk hidup.
  • Organisme bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang tersusun lebih dari satu sel disebut dengan organisme bersel banyak.

Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup

Max Schultze (1825-1874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian structural sel, akan tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan. Yang berdasarkan hal ini muncullah teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.

Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup

Seorang yang bernama Rudolph Virchow (1821-1902) berpendapat bahwa omnis cellula ex cellulae (semua sel berasal dari sel sebelumnya).

Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup

Dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong penemuan unit-unit penurunan sifat yang terdapat dalam nukleus yakni kromosom. Dalam kromosom terdapat gen yang merupakan unit pembawa sifat. Yang melalui penemuan ini muncullah teori bahwa sel merupakan unit hereditas makhluk hidup.

Penemuan-penemuan yang mendukung perkembangan teori sel sebagai berikut:

  • Robert Brown (1812), Biolog Skotlandia, menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel yang disebut dengan nukleus.
  • Felix Durjadin (1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan sel yang sekarang disebut dengan protoplasma.
  • Johanes Purkinye (1787-1869), orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.