Menjelaskan Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik dengan singkat

Neo-Klasik adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan beberapa aliran pemikiran ilmu ekonomi yang menjabarkan tentang pembentukan harga, produksi dan distribusi pendapatan melalui mekanisme permintaan dan penawaran pada suatu pasar.

Pendapat neo-klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat disimpulkan seperti berikut ini:

  1. Adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. Menurut neo-klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan. Pada suatu tingkat tertentu, tingkat bunga menentukan tingginya tingkat investasi.
  2. Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. Proses perkembangan meliputi semua faktor yang terlibat tumbuh bersama.
  3. Adanya aspek internasional dalam setiap perkembangan. Dengan adanya pasar yang luas akan memungkinkan produksi sebesar-besarnya sehingga produktivitas semakin meningkat.
  4. Perkembangan merupakan proses yang gradual. Perkembangan merupakan proses yang bertahap dan berlangsung terus menerus.
  5. Aliran neo-klasik merasa optimis terhadap perkembangan ekonomi. Aliran sebelumnya (aliran klasik) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terhambat karena terbatasnya SDA, sedangkan aliran neo-klasik yakin bahwa manusia mampu mengatasi keterbatasan tersebut.

Beberapa ciri-ciri teori ekonomi neo-klasik adalah :

  • Perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi merupakan faktor utama yang akan menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu masa tertentu dan perkembangannya dari waktu ke waktu lainnya
  • Pemerintah sudah ikut campur tangan dalam perekonomian negara
  • Sudah diterapkannya sistem pajak dan kemungkinan akan terjadi inflasi
  • Melihat bagaimana setiap faktor produksi dan perkembangan teknologi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
  • Menganalisis sumbangan dari perkembangan stok modal dan perkembangan teknologi dalam pembangunan ekonomi

Adapun pendapat para ahli mengenai aliran neo-klasik yaitu sebagai berikut:

Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar

Harrord Domar beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal terebut. Teori yang dikemukakan beliau juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

Teori ini pada hakikatnya adalah untuk menunjukkan bahwa agar suatu negara senantiasa mampu berada pada pertumbuhan ekonomi yang mantap (Steady growth) diperlukan adanya kesanggupan berproduksi yang selalu bertambah. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan penanaman modal (investasi). Kemampuan masyarakat untuk berinvestasi akan ditentukan oleh permintaan agregat yang berdaya beli dari masyarakat. Keinginan berinvestasi dari masyarakat, juga akan ditentukan oleh Marginal Efficiency of Capital (MEC) atau lebih dikenal dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu perbandingan antara pertambahan satu unit input modal yang dapat menyebabkan pertambahan output.

Ada empat asumsi yang digunakan oleh teori ini dalam menganalisis faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut.

  1. Barang modal telah digunakan secara penuh.
  2. Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuasi pendapatan nasional.
  3. Perbandingan antara modal dan hasil produksi (capital output ratio) adalah tetap.
  4. Perekonomian hanya terdiri dari dua sektor (perekonomian tertutup).

Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya. Agar seluruh penambahan barang modal tersebut digunakan seluruhnya maka total pengeluaran harus meningkat sebesar penambahan barang modal tersebut. Kenaikan total pengeluaran menyebabkan kenaikan pendapatan nasional (PDB). Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan PDB dari suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu, investasi harus terus mengalami kenaikan agar tingkat pertumbuhan ekonomi juga ikut mengalami kenaikan.