Menjelaskan Teori Majas Metafora dengan singkat

Selain mengetahui contoh majas metafora, ternyata teori majas ini juga cukup menarik dipelajari. Tidak banyak yang tahu bahwa perumusan majas ini terbilang cukup rumit dan melibatkan banyak pemikiran dari para ahli termasuk di bidang sastra, linguistik dan filsafat.

1. Teori Perbandingan

Comparison theory atau teori perbandingan amat identik dengan gagasan Aristoteles terkait definisi majas metafora yang tercetus sejak abad keempat masehi silam. Teori ini lebih mengungkapkan pada sarana berpikir efektif guna memahami konsep abstrak.

Cara memahaminya ialah dengan memperluas pemaknaan konsep dan membandingkannya bersama pemaknaan lain. Teori ini didukung oleh beberapa tokoh ternama seperti Larson, Punther dan Ortony. Menurut mereka konsep gaya bahasa ini lebih fokus pada fungsi stilistika maupun ornamen retoris.

2. Teori Interaksi

Bukan hanya teori perbandingan saja, gaya bahasa metafora juga memiliki teori interaksi. Pemunculan teori ini dilatarbelakangi dengan perbedaan konsep dari Aristoteles. Teori ini diungkapkan dengan lebih jelah oleh Richards.

Berdasarkan bukunya, teori interaksi gaya bahasa metafora merupakan suatu hal istimewa dan hanya dapat dilihat dan digunakan oleh orang-orang berbakat saja. Penggunaan tersebut ditujukan sebagai ornamen retoris sehingga ia menolak bahwa metafora dipakai khusus untuk sastra saja.