Menjelaskan Teori Inflasi dengan singkat

  1. Teori kuantitas

Teori kuantitas adalah teori paling tua mengenai inflasi. Namun teori ini sangat berguna bagi Negara Negara berkembang.teori ini mengatakan bahwa penyebab utama inflasi adalah:

  • pertambahan jumlah uang yang beredar.
  • psikologi (harapan)masyarakat mengenai kenaikan harga-harga dimasa mendatang.tambahan jumlah uang beredar sebesar x% bias menumbuhkan inflasi kurang dari x% ,sama dengan x% atau lebih dari x5 tergantung kepada masyarakat.
  1. Teori Keynes

Menurut  John Maynard Keynes, inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuan ekonominya. Keynes berpendapat proses inflasi adalah proses perebutan rezeki diantara kelompok  social yang menginginkan bagian yang lebih besar dari yang bias disediakan oleh masyarakat tersebut.

Oleh Keynes proses perebutan ini diterjemahkan menjadi keaadaan dimana permintaan masyarakat terhadap barang selalu melebihi jumlah barang yang tersedia peristiwa ini disebut celah inflasi atau inflationary gap.tori ini sangat menarik karena menyoroti peranan system distribusi pendapatan dalam proses inflasi dan menyarankan hubungan antara inflasi dan faktor-faktor non-ekonomis.

  1. Teori strukturalis

Teori ini didasarkan atas pengalaman Negara Amerika Latin.Teori ini memberikan tekanan pada ketegaran(infleksibilities) dari stuktur perekonomian negate berkembang. Menurut teoti ini ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara berkembangyang bias menimbulkan  inflasi.

  • ketegaran pertama berupa ketidak elastisan dari penerimaan ekspor, yaitu nilai ekspor tumbuh secara lamban disbanding pertumbuhan sector lain. Kelambanan ini disebabkan karena:
    1. harga barang ekspor di pasar dunia tdak menguntungkan disbanding barang impor yang harus dibayar.
    2. Suplay atau produksi barang-barang ekspor yang tidak responsive terhadap kenaikan harga.
  • Ketegaran yang kedua berkaitan dengan ketidak elastisan dari suplay atau produksi bahan makan di dalam negeri.