Menjelaskan Tanda Gejala Bermasalah Usus dengan singkat

  1. Sakit perut
    Sakit perut adalah gejala radang usus yang paling umum. Rasa nyerinya dapat timbul akibat dipicu oleh hal berbeda. Misalnya karena sumbatan, penumpukan gas berlebih, atau infeksi yang membuat usus meradang sehingga perut terasa sakit. Ada pula orang-orang yang melaporkan nyeri berupa kram. Lokasi sakitnya pun bisa bermacam-macam, tergantung di mana sumber awal peradangannya. Sakit perut akibat kolitis ulserativa cenderung terpusat di kiri bawah perut, sementara sakit akibat penyakit Crohn dapat terasa menyebar di semua area perut.
  2. Diare
    Gejala radang usus yang paling sering menyusul sakit perut adalah diare. Diare terjadi ketika radang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri, virus, atau parasit) yang menyerang lapisan usus. Peradangan akibat infeksi tersebut kemudian mengganggu kerja usus untuk mencerna makanan dan mengolah feses. Peradangan membuat usus jadi lebih sering berkontraksi sementara menarik lebih banyak cadangan air tubuh ke salurannya. Inilah yang mengakibatkan Anda sering merasa mulas, dan ketika BAB feses terlihat cair.
    Seseorang dengan gejala radang usus bisa BAB lebih dari 10 kali dalam sehari. Diare akibat peradangan usus tidak bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga Anda memerlukan perawatan dari dokter.
  3. Demam
    Demam adalah tanda tubuh sedang meradang, seperti karena kolitis. Kolitis itu sendiri dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya infeksi atau karena gangguan autoimun. Kedua hal ini pada dasarnya memicu sistem imun kita untuk memproduksi zat-zat antibodi untuk melawan benda asing yang masuk ke tubuh.
    Nah, demam alias kenaikan suhu tubuh adalah salah satu perwujudan dari proses perlawanan tersebut. Demam muncul karena otak menganggap ada suatu yang salah atau berbahaya dalam tubuh Anda dan harus dimatikan. Demam yang menjadi gejala radang usus akibat infeksi biasanya berlangsung sekitar satu sampai 3 hari saja. Sementara jika demam berlangsung lebih lama dan sering kambuh, peradangan dalam usus bisa disebabkan oleh IBD (inflammatory bowel disease). Dalam beberapa kasus, demam akibat radang usus dapat terjadi pada malam hari. Gejala radang usus ini sering menyebabkan tidur jadi tidak nyenyak karena terus berkeringat deras sepanjang malam.
  4. BAB berdarah
    BAB berdarah adalah gejala radang usus yang sudah parah. Darah yang keluar dari feses menandakan bahwa ada luka di dalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh radang. Darah dalam feses merupakan salah satu tanda umum dari kolitis ulserativa, meski juga bisa disebabkan oleh penyakit Crohn. Selain itu, pengidap radang usus juga rentan memiliki wasir karena gejala diarenya tidak kunjung sembuh. Saat diare, Anda akan lebih sering mengejan keras-keras, yang memaksa jantung mengalirkan lebih banyak darah menuju anus.
    Pembuluh di anus yang “kebanjiran” aliran darah ini dapat mem bengkak dan akhirnya pecah. Alhasil, feses yang keluar lewat anus bisa membawa darah dari kebocoran pembuluh tersebut.
  5. Nafsu makan berkurang
    Penurunan nafsu makan dapat menjadi gejala radang usus, terutama yang disebabkan oleh penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, karena penyakit ini menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit atau kram perut, kembung, dan diare. Gejala tersebut akan membuat perut terasa tidak nyaman, dan Anda pun jadi tidak nafsu makan. Komplikasi dari radang usus seperti sariawan di mulut dan kelelahan kronis juga dapat membuat Anda malas makan.
  6. Berat badan turun drastis
    Kombinasi dari berbagai gejala di atas, mulai dari kelelahan, diare, demam, malas makan, dan dehidrasi dapat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Peradangan pun membuat usus tak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Padahal, beberapa nutrisi seperti mineral magnesium dan zink berperan mengatur nafsu makan.