Menjelaskan Tanda Gangguan Pendengaran    dengan singkat

  • Tanda dan gejala gangguan pendengaran berbeda-beda pada tiap anak. Jika anda menyadari tanda-tanda tersebut di bawah ini, segera hubungi dokter anda:
  • Tidak menoleh ke arah sumber searah sejak lahir sampai usia 3-4 bulan
  • Tidak mengeluarkan sepatah kata apapun seperti “dada” atau “mama” saat usia sudah mencapai 1 tahun
  • Menoleh saat bayi melihat anda tetapi tidak jika anda hanya memanggil namanya; biasanya hal ini disalahartikan dengan tidak memperhatikan atau hanya mengabaikan, akan tetapi hal demikian bisa jadi akibat gangguan pendengaran parsial ataupun total
  • Mendengar beberapa suara saja

Gangguan Telinga Luar

  • Kongenital:

Agenesis: Sindroma Treacer Collin. Terdiri dari: mikrotia, atresia mae, mikrognatus, deformitas fasialis, gejala berupa kurang mendengar/tuli

Faktor penyebab  :

  1. Genetik :gangguan kromosom
  2. Eksogen: hipoksia, radiasi, ultrasound, thalidomid
  • Mikrotia, makrotia

Mikrotia adalah cacat lahir bawaan di mana telinga luar sangat kecil dan tidak berkembang, yang dapat menyebabkan kesulitan pendengaran dan distorsi suara pada satu atau keduatelinga. Hal ini terjadi lebih sering pada telingakanan. Kelainan ini didapat semasa perkembangan janin di dalam kandungan dan biasanya tidak diturunkan. Mikrotia terdiri dari grade 1 sampai dengan 4 seperti gambar di bawah

Makrotia adalah kebalikan dari mikrotia dimana ukuran telinga luar  berkembang melebihi ukuran telinga normal.

  • Fistel/Kista Prekongenital

Terdapat lubang kecil di sekitar daun telinga

Ganguan Telinga Tengah

  • Membran timpani

  1. Retraksi adalah gangguan pada membran timpani terjadi akibat tekanannegatif di dalamtelingatengah, karenaadanyaabsorbsiudara.
  2. Myringitis adalah radang pada membran timpani yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.
  3. Ruptur adalah trauma pada membran timpani yang disebabkan oleh benda tajam atau tumpul.
  4. Kalsifikasi adalah gangguan pada membran timpani yang disebabkan olehproses degenerasi, timbunan kolagen/hyalin pada tunika propia.
  5. Perforasi adalah gangguan pada membran timpani yang disebabkan oleh Otitis Media Akut atau Otitis Media Suputarif Kronis.
  • Kavum timpani

  1. Otitis Media Akut (OMA) adalah radang akut bakterial pada telinga tengah yang disebkan oleh Streptokokus beta hemolitikus, Pneumokokus, Stafilokokus, Hemofilus influensa, E. Coli. Yang berlangsung kurang dari 3 minggu.
  2. Otitis media serosa adalahkeadaanterdapatnyasekretnonpurulen di telingatengah, sedangkanmembran timpani utuh.
  3. Otitis Media Supuratif Kronis adalah Infeksi kronis telinga tengah ( > 2 bln),  perforasi MT, sekret keluar terus nenerus atau hilang timbul.

Gangguan Telinga Dalam

  • Pendengaran (koklea)

  1. Tuli saraf. Tuli/GangguanDengar Saraf atau Sensor ineural yaitu gangguan dengar akibat kerusakan saraf pendengaran, meski pun tidak ada gangguan di telinga bagianluaratautengah.
  2. Labirinitis (vestibular neuritis) adalahpembengkakandaninflamasi di telingabagiandalam yang biasanyadisebabkan virus ataubakteri (meskipunjarang). Gejalalabirinitis yang paling umumantara lain kehilanganpendengaran, vertigo, pusing, hilangkeseimbangan, danmual.
  3. Tinitus nada tinggi. akan terdengar suara berdenging. lni biasanya terjadi pada tuli sensorineural yang bisa terjadi secara terus-menerus atau hilang timbul.
  • Keseimbangan(kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus)

  1. Vertigo perifer adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam.
  2. Meniere desease & BPPV adalah penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam. Salah satu gejalanya adalah vertigo yang parah. Penyakit ini jugabisa menyebabkan penderita mengalami kehilangan pendengaran, telinga berdengung, dan sensasi telinga terasa penuh.
    Sedangkan BPPV atau Benign Paroxymal Position Vertigo, yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan adanya gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala ke arah tertentu.

Demikian Penjelasan Tentang Anatomi Telinga : Struktur, Fungsi, Gangguan dan Jenis Infeksi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Bembaca Setia