Menjelaskan Syarat Judul Berita dengan singkat

Judul adalah identitas berita. Tanpa judul, berita sehebatapes pun tidak ada artinya. Judul berita sangat mendasar dilihatdari dues sisi kepentingan. Pertama, bagi berita itu sendiri.Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonim, tak dikenal,abstrak, sehingga tak akan bicara apes-apes. la tak mampumemberi pesan, padahal salah satu inti komunikasi adalah pesan.Kedua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu dayatarik pertama bagi pembaca untuk membaca suatu berita,atau justru segera melewati dan melupakannya. Judul beritayang baik harus memenuhi tujuh syarat : (1) provokatif, (2)singkatpadat, (3) relevan, (4) fungsional, (5) formal, (6)representatif, dan (7) menggunakan bahasa baku (Sumadiria,2004: 62-69). Dalam buku ini Saya tambahkan satu syaratlagi: spesifik. Dengan demikian semuanya terdapat delapansyarat.

  • Provokatif

Provokati f berarti judul yang kita buatharus mampu membangkitkan minat dan perhatian sehinggakhalayak pembaca tergoda seketika untuk membaca berita yangkita tulis, minimal sampai teras berita dan perangkainya (bridge)atau dua paragraf pertama yang memuat unsur 5W1H (who,what, when, where, why, how). Sifatnya psikologis.Fungsinya sangat strategic dan taktis. Kita mencubit wilayah afeksi, intuisi dan emosi mereka. Dalam bahasa pemasaran,judul adalah Man. Bagi dan dalam dunia industri modern, Manmenjadi penentu sukses-gagalnya pemasaran suatu produk ketengah-tengah masyarakat global. Bagi mereka, tak adaproduk yang baik tanpa Man yang baik.

  • Singkat dan Padat

Singkat dan padat berarti langsung menusuk jantung,tegas, lugas, terfokus, menukik pada pokok intisari berita,tidak bertele-tele (to the point). Bagi pers, judul yangsingkat sangat diperlukan, paling tidak karena dua alasan.Pertama, karena keterbatasan tempat pada halaman-halamanmedia. Kedua, karena waktu dan situasi yang dimilikipembaca sangat terbatas dan bergegas. Secara teknis, judulberita yang baik tidak lebih dari 4-7 kata.

  • Relevan

Relevan artinya berkaitan atau sesuai dengan pokok susunan pecan terpenting yang ingin disampaikan. Tidakmenyimpang dari teras berita. Judul yang baik harus diambildari teras berita (lead). Sedangkan teras berita yang baikharus mencerminkan keseluruhan uraian berita.Bagaimanapun, judul berita sangat berlainan dengan judul yangbiasa kita temukan pada karya-karya fiksi seperti ceritapendek atau novel. Pada cerita pendek, setiap kata yangterdapat dalam bangunan cerita dapat kita jadikan judul. Bebas,semau kita saja.

Pada berita media massa tidak demikian. Tak ada pilihan lain kecuali harus berpijak pada teras berita. Sekali dilanggar, maka media kita divonis tidak berbobot. Kita sebagai wartawan dianggap bukan sebagai jurnalis sekolahan melainkan sebagai jurnalis karbitan yang tidak tahu ruh dan tradisi luhur jurnalistik. Tugas redaktur media massa adalah memulangkan naskah berita seperti itu kepada wartawan yang menulisnya, atau melemparnya ke dalam keranjang sampah. Setiap jurnalis dituntut untuk terampil menulis berita siap saji (pressdaar). Seorang jurnalis profesional tidak akan pernah membiarkan berita yang dibuatnya ditulis ulang (rewrite) oleh pihak desk atau redaktur.

  • Fungsional

Fungsional artinya setiap kata yang terdapat pada judulbersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung padakata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas.Sekalipun demikian, ketika digabung, kata-kata yang mandiri itu melahirkan satu kesatuan pengertian dan makna yang utuh.Tidak saling menolak atau saling menegaskan. Contoh :Kegiatan Kampanye Pemilu Capres Putaran yang Keduadi Madura Sepi. Dalam judul tersebut, terdapat dua kata yang tidakfungsional dan karena itu harus dibuang, yakni katakegiatan dan kata yang. Alasannya adalah : kampanyemengandung arti kegiatan. Menurut bahasa jurnalistik, katakegiatan karena itu termasuk kata mubazir. Sedangkan katayang sama sekali tidak diperlukan. Setelah diedit, judul beritaitu menjadi Kampanye Capres Putaran Kedua di MaduraSepi.

  • Formal

Berbeda dengan judul artikel yang sifatnya informal,maka judul berita harus dan wajib bersifat formal. Filosofinya :berita ditulis dengan teknik melaporkan. Formal berarti resmi,langsung menukik pada pokok masalah, sekaligus menghindaribasa-basi dan eufimisme yang tidak perlu. Formal jugs berartijudul yang kits bust tidak mendayu-dayu, tidak meliuk-liuk,tidak ragu-ragu, tidak lunak atau apalagi mendua (ambigu).Sekali lagi, berita adalah laporan tentang fakta spa adanya (dasSein), dan bukan tentang fakta bagaimana seharusnya (dasSollen).Dalam judul berita, tidak boleh muncul kesan seolah-olahpihak media yaitu redaktur atau jurrialis, menghadirkanfakta atau peristiwa sebagai sesuatu yang feminis, sesuatuyang lemah-lembut, atau sesuatu yang lebih banyak bicaratentang perasaan. Jadi, bicaralah dalam bahasa judul berita yangtegas dan ringkas. Ketegasan hanya mungkin dicapai apabilakita sebagai jurnalis tahu persis : berita yang kita buat itumemang benar-benar faktual, aktual, dan akurat.Contoh judul berita yang sifatnya formalPresiden Tolak Permohonan Grasi Terpidana MatiContoh judul berita yang sifatnya informal :Presiden Ragu, Tolak atau Terima Grasi Terpidana Mati.

  • Representatif

Representatif berarti judul berita yang sudah kitatetapkan memang mewakili dan mencerminkan teras beritaMerujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judul berita harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independentvariable) dan variabel terikat (dependent variable). SebagaiContoh, teras berita tentang kesiapan Presiden Susilo BambangYudhoyono memberantas praktik korupsi di tubuhKPK, tidak masuk dalam kategori representatifbila judul yang dipilih berbunyi(1) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau (2) DPR-RI, atau (4) Korupsi di DPR-RI. Tetapi judul yangmemenuhi kategori representatif adalah : (1) PresidenYudhoyono Bertekad Berantas Korupsi di DPR-RI,(2) Presiden Bertekad Berantas Korupsi di DPR-RI, atau (3) Presiden Berantas Korupsi di DPR-RI.

  • Merujuk pada Bahasa Baku

Judul adalah identitas terpenting sebuah berita. Sebagaiidentitas, tentu posisi dan reputasi media yang memuat,menyiarkan, atau yang menayangkannya dipertaruhkan.Bahkan karakter dan profesionalitas media sedikit-banyaktercermin pada judul-judul berita yang ditulisnya.Media massa yang kapabel dan kredibel tidak mungkinmembuat judul berita yang bertolak belakang dengan kapasitasdan reputasinya. Ia ingin dipandang intelektual, dinilaiproporsional dan profesional, serta dihargai dan dihormatisebagai media massa yang mengemban fungsi edukasional(mendidik). Ia tidak mau dituding merusak bahasa hanyakarena menulis judul berita dengan kata-kata dan istilah yangtidak baku. la menyadari, pers mengemban fungsi pendidikmasyarakat dan bangsa. la berarti media massa dituntut untuksenantiasa memberi contoh yang baik. Fungsi itu semestinyajuga tercermin pada judul-judul berita dan artikel yangdisajikannya.

  • Spesifik

Spesifik berarti judul berita tidak saja harus mewakilidan mencerminkan teras berita, tetapi sekaligus juga harusmengandung kata-kata khusus. Spesifik berarti pula judul beritajangan menggunakan kata-kata umum. Menurut para pakarbahasa, kata-kata umum ialah kata-kata yang luas ruanglingkupnya. Kata-kata khusus ialah kata-kata yang sempit ruanglingkupnya. Makin umum, makin kabur gambarannya dalamangan-angan. Sebaliknya, makin khusus, makin jelas dan tepat(Soedjito, 1988: 5-6).

Jadi, hindari kata bermakna umum dalam judul-judulberita. Sebagai contoh, buah-buahan termasuk katabermakna umum. Sekian puluh nama atau jenis buah bisatermasuk di dalamnya seperti apel, mangga, pear, durian,pisang, salak, rambutan, alpukat, melon, pepaya, jambu, anggur.Tetapi apabila kita hanya menyebut satu nama, misalnyaalpukat, maka alpukat termasuk kata bermakna khusus. Sebagaicontoh, dalam teras berita ditegaskan ternyata hanya hargamangga yang jatuh di Bandung, maka kita tidak boleh membuatjudul berita: harga buah-buahan di Bandung merosot drastis.Judul berita seperti itu, jelas mengaburkan fakta Serta sekaligusbisa dituduh mengelabui masyarakat. Faktanya: jenis buah yanglain seperti apel, durian, anggur, tetap normal dan bahkancenderung bergerak naik.