Menjelaskan Sumber Protein dengan singkat

Tepung Gaplek

Gaplek adalah singkong yang sudah dijemur terlebih dahulu untuk mengaurangi kandungan zat antinutrisinya. Gaplek dapat dijadikan sebagai sumber energi dalam ransum, tetapi kandungan proteinnya rendah. Pemakaiannya dalam ransum sebaiknnya kurang dari 20%

  • Sorgum
  • Minyak sawit

Bungkil kedelai

Bungkil kedelai adalah bahan pakan sumber protein yang biasa digunakan dalam formulasi pakan unggas. Bungkil kedelai mengandung protein tinggi dan kaya lisin, tetapi metioninnya rendah. Bungkil kedelai adalah produk hasil ikutan penggilingan biji kedelai setelah diekstraksi minyaknya secara mekanis (ekspeller) atau secara kimia (solvent). Bungkil kedelai yang dihasilkan secara mekanis lebih banyak mengandung minyak dan serat kasar, serta lebih sedikit kandungan proteinnya dibandingkan dengan bungkil kedelai yang dihasilkan dengan menggunakan larutan hexan. Bungkil kedelai ini mensuplai hampir 25% kebutuhan protein pada unggas.

Ketersediaan bungkil kedelai di Indonesia memang tidak ada, tetapi umumnya diimpor dari bebrapa negeri seperti Amerika dan India. Kandungan nutrisi bungkil kedelai bervariasi, tergantung dari jenis pengolahannya seperti solvent dan expeller.

Kualitas bungkil kedelai tercantum dalam SNI 01-4227-1996 yang terdiri dari atas dua mutu, yaitu mutu 1 yang proteinnya lebih tinggi dari pada mutu 2. Faktor pembatas yang menjadi perhatian adalah kadar aflatoksin yang tidak boleh lebih dari 50 ppb.

Tepung ikan

Tepung ikan merupakan sumber protein hewani yang sering digunakan untuk ayam karena mempunyai kualitas protein dan sumber asam amino yang baik. Tepung impor ada yang diimpor dan ada juga yang lokal.

Tepung ikan yang diimpor dari Amerika memiliki nama herring meal, white fish meal, dan menhaden meal yang dibedakan berdasarkan jenis ikan yang digunakan. Kualitas tepung ikan impor diukur kepadatannya sebesar 674 kg/m kubik.

Penggunaan tepung ikan dalam ransum > 2% menyebabkan bau amis pada telur dan daging. Selain itu, penggunaan yang berlebihan tersebut menyebabkan terjadinya gejala erosin pada rempela, terutama ayam muda.

Tepung ikan lokal memiliki kandungan nutrien sangat bervariasi karena berasal dari jenis ikan yang tidak standar ataupun berasal dari limbah pengolahan ikan. Sebelum digunakan, sebaiknya tepung ikan dianalisis kandungan protein kasar dan kalsiumnya. Tepung ikan yang berasal dari limbah pengolahan ikan (terdiri atas kepala dan tulang) umumnya mengandung kadar abu yang lebih tinggi daripada ikan utuh.

Kualitas tepung ikan dikotrol berdasarkan SNI 01-2715-19996/Rev.92. Menurut SNI tepung ikan yang digunakan dalam ransum ayam haru bebas dari Salmonella.

Bungkil kelapa

Limbah industry kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak adalah bungkil kelapa. Kualitas bungkil kelapa bervariasi tergantung dengan cara pengolahan dan mutu bahan baku. Berdasarkan komposisi kimianya, bungkil kelapa termasuk sumber protein untuk ternak, protein yang terkandung didalamnya dalah sebanyak 21 %. Dalam pemakaiannya terutama untuk monogastrik perlu diperhatikan keseimbangan asam aminonya, karena bungkil kelapa kekurangan asam amino lisin dan histidin. Bungkil kelapa bisa digunakan untuk unggas sebaiknya tidak lebih dari 20%.

Bungkil kelapa adalah hasil ikutan yang diperoleh dari ekstraksi daging buah kelapa segar atau kering dan dapat digunakan sebagai sumber protein. Keterbatasan pemakaian bungkil kelapa pada ransum disebabkan oleh rendahnya kecernaan protein, ketidakseimbangan lisin dan metionin, serta mudah tengik bila disimpan terlalu lama karena kandungan minyaknya tinggi. Kualitas tepung kelapa sudah distandarkan dengan SNI 01-2904-1992.

Bungkil kacang tanah

Bungkil kacang tanah merupakan hasil ikutan penggilingan biji kacang tanah setelah ekstraksi minyak secara mekanis (expeller) ataupun secara kimia (solvent). Bungkil kacang tanah merupakan bahan pakan sumber protein pada ayam. Penggunaannya dalam ransum terbatas karena mengandung serat kasar yang tinggi.

Tepung daging dan tulang

Tepung daging dan tulang merupakan bahan pakan sumber protein hewani. Kualitasnya bervariasi tergantung dari jumlah tulang yang digunakan. Bila tulang yang digunakan untuk membuat MBM tinggi maka terlihat dari kandungan abu atau mineral Ca dan P yang tinggi. MBM sebagai bahan baku pakan sumber protein mempunyai kandungan protein 50% dan dapat menyumbangkan Ca cukup tinggi di dalam pakan.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita.2009.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
http://id.wikipedia.org/wiki/Protein
Lodish et al., 2003. Molecular Cell Biology (Lodish, Molecular Cell Biology)
Murray, Robert K. Daryl K. Granner. Victor W. Radwell. 2009.Biokimia Harper Edisi 27.Jakarta: Penerbit Buku Kedokeran (EGC)
Sloane, Ethel.2003.Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula.jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC)
http://yani4hmad.blogspot.co.id/2011/08/pengantar-formulasi-ransum.
htmlhttp://zulhelmiunsyiah.blogspot.co.id/2014/12/laporan-praktikum-formulasi-ransum.html