Menjelaskan Sistem Reproduksi  Porifera dengan singkat

Porifera berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Reproduksi seksual terjadi dengan cara pembentukan tunas (budding) atau pembentukan sekelompok sel esensial terutama amoebocyte, kemudian dilepaskan. Sepon air tawar dan air laut membentuk gemuk, yaitu tunas internal.Gemuk terbentuk dari sekumpulan amoebocyte berisi cadangan makanan dikelilingi amoebocyte yang membentuk lapisan luar yang keras dan acapkali terdapat spikula sehingga membentuk dinding yang resisten.

Porifera mempunyai kemampuan melakukan regenerasi yang tinggi. Bagian tubuh sepon yang terpotong atau rusak akan mengalami regenerasi yang utuh kembali. Kemampuan melakukan regenerasi ada batasnya, misalnya potongan sepon leuconoid harus lebih besar dari 0,4 mm dan mempunyai beberapa sel choanocyte supaya mampu melakukan regenerasi menjadi sepon baru yang kecil.

Reproduksi aseksual terjadi baik pada sepon yang hermaproduktif, namun sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda sperma dan telur dihasilkan oleh amoebyte osculum bersama aliran air dan masuk ke individu lain melalui ostium juga bersama aliran air. Dalam spongocoel ataufeagelated chamber, sperma akan masuk ke choanocyte atau amoebocyte. Sel amoebocyte berfungsi sebagai pembawa sperma menuju sel telur, terjadilah pembuahan (fertilisasi), perkembangan embrio sampai menjadi larva berflagella masih di dalam mesohyl.Larva berflagella disebut juga larva amphiblastula.Keluar dari mesohyl dan bersama aliran air keluar dari tubuh induk melalui osculum.Larva amphiblastula berenang bebas beberapa saat kemudian menempel pada substrat dan berkembang menjadi sepon muda yang sessile dan akhirnya tumbuh menjadi besar dan dewasa.

Porifera tersebut berkembang biak dengan secara aseksual serta seksual. Berikut ini penjelasan reproduksi porifera dengan secara seksual dan aseksual.

  • Reproduksi Aseksual
    Reproduksi aseksual porifera dengan cara pembentukan tunas (budding). Tunas tersebut yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya serta hidup sebagai individu baru, atau juga tetap menempel pada induknya sehingga akan menambah jumlah bagian-bagian dari kelompok Porifera tersebut
  • Reproduksi Seksual
    Reproduksi seksual tersebut berlangsung dengan persatuan antara sel telur serta juga spermatozoid, yang akan menghasilkan yang namanya  zigot, selanjutnya akan berkembang menjadi larva yang berflagel. Larva itu bisa berenang serta keluar dengan  melalui oskulum. Jika menemukan tempat yang seksual, larva tersebut maka akan menempel kemudian tumbuh menjadi porifera.yang  baru.