Menjelaskan Sifat Sifat Tulang Daun dengan singkat

Dalam dauan, tulang – tulang cabang tingkat satu yang tumbuh kesampig, jadi kearah tepi daun, dapat memperlihatkan sifat – sifat berikut:

  • Tulang cabang tadi dapat mencapai tepi daun,
  • Tulang cabang tadi berhenti sebelum mencapai tepi daun
  • Tulang-tulang cabang tadi dekat tepi daun lalu membengkok ke atas, dan bertemu dengan tulang cabang yang ada di atasnya, demekian berturut-turut , sehingga sepanjang tepi daun terdapat tulang yang letaknya kurang lebih sejajar dengan tepi daun atau kadang-kadang tampak berombak, yang dinamakan tulang pinggir. Dengan adanya tulang ini tepi daun menjadi lebih kuat dan tidak mudah koyak-koyak, seperti dapat kita lihat pada daun kedondong (Spondias dulcis Forst.), Pisang (Musa paradisiacal L.), dan lain-lain.

Melihat arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, kita membedakan beberapa macam sususnan tulang, dan berdasarkan susunan tulangnya kita membedakan daun menjadi 4c golongan, yaitu :

  1. Daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis). Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini ke samping luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan, oleh sebab itu dinamakan bertulang menyirip. Daun dengan susunan yang demekian ini umum kita dapati pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae), misalnya daun mangga (Mangifera indica),
  2. Daun-daun yang bertulang menjari (palminervis) , yaitu kalau dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulang ini lazimnya gasal, yang di tengah yang paling besar dan paling panjang, sedang ke samping semakin pendek. Daun dengan susunan tulang demikian pun umumnya hanya terdapat pada tumbuhan berbiji belah (Dicotyledoneae), misalnya pada : (Carica), jarak (Ricinus communis L.), kapas (Gossypium sp), dan lain-lain.
  3. Daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis). Daun pun mempunyai bebrapa tulang yang besar, satu di tengah , yaitu yang paling besar, sedang lainnya mengikuti jalannya tepi daun, jadi semula memencar kemudian kembali menuju ke satu arah yaitu ke ujung daun, hingga selain tulang yang di tengah semua tulang-tulangnya kelihatan melengkung. Daun dengan susunan tulang yang demikian ini biasanya hanya terdapat pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan berbiji tunggal (Monocotyledoneae), misalnya Genjer (Limnocharis flara Buch.), Gadung (Dioscorea hispida ), dan lain-lain.
  4. Daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis), biasanya terdapat pada daun-daun bangun garis atau bangun pita, yang mempunyai satu tulang di tengah yang besar membujur daun, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan nampaknya semua mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulangnya tadi, oleh sebab itu disebut pula bertulang sejajar sesungguhnya tulang-tulang yang kecil tadi seperti pada daun yang bertulang melengkung semuanya berasal dari pangkal ibu tulang dan kemudian bertemu pula kembali pada ujung daun. Karena daun sempit dan panjang, tulang-tulang tadi tidak kelihatan melengkung, tetapi lurus sejajar satu sama lain. Biasanya terdapat pada tumbuhan berbiji tunggal (Monocotyledoneae), misalnya semua jenis rumput (Gramineae). Teki-tekian (Cyperaceae), dn lain-lain.

Dari Uraian mengenai susunan tulang daun itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa susunan tulang daun dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mengenal tumbuhan, yaitu bahwa :

  • Tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) mempunyai daun bertulang menyirip, atau menjari.
  • Tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) mempunyai daun-daun bertulang melengkung atau sejajar.

Perkecualian selalu ada, artinya dari golongan tumbuhan biji belah ada pula yang mempunyai daun yang bertulang melengkung antara lain sirih (Piper bette L.), Senggani (Melastoma polyanthum Bl.), dan yang lain-lain. Sebaliknya dari golongan tumbuhan biji tunggal ada pula yang mempunyai daun yang bertulang menyirip, misalnya Pisang (Musa paradisiaca L.), Tasbih (Canna hybrid Hort.), dan ada pula yang mempunyai daun yang bertulang menjari, misalnya siwalan (Borassus flabellifer L.).