Menjelaskan Sejarah dan Klasifikasi Industri Di Indonesia dengan singkat

Sejarah sektor industri

Pada tahun 1920an sektor industri di indonesia masih banyak yang dikuasai asing. Jenis industri yng ada ada saat itu adalah alat- alat rumah tangga. Tenaga kerja terpusat pada pertanian dan perkebunan demi memenuhi kebutuhan kolonial balanda. Perusahaan besar hanya ada dua buah saja. Pada tahun 1939 mayoritas tenaga kerja bekerja pada pengolahan makanan, tekstil, dan barang logam. Investasi pada masa itu sebagian besar dikuasai swasta. Pada masa kependudukan jepang industri berkembang buruk, ha itu karena larangan impor bahan mentah. Pada tahun 1951 pemerintah mendorong perkembangan industri kecil dan membatasi berkembangnya industri besar yang ikuasai asing. Tahun 1957 sektor indstri mulai mengalami kemunduran karena situasi politik yang belum mendukung dan kurangnya tenaga kerja yang trampil. Pada saat orde baru kebijakan ekonomi dikomplekskan dan salah satunya adalah mengundang investor asing. Kebijakan- kebijakan ekonomi ini mampu membawa indonesia kedalam kondisi yang lebih baik.

Klasifikasi Industri

Di Indonesia, industri dapat digolongkan berdasarkan kelompok komoditas, skala usaha, dan berdasarkan hubungan arus produknya. Penggolongan paling universal berdasarkan “baku internasional klasifikasi industri” (International Standard of Industrial Classification, ISIC) penggolongan tersebut dibedakan menjadi 9 yaitu:

Kode

Kelompok Industri

31

32

33

34

35

36

37

38

39

Industri makanan, minuman, dan tembakau

Industri tekstil, pakaian jadi, dan kulit

Industri kayu, dan barang-barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga

Industri kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan, dan penerbitan

Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet, dan plastik

Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi, dan batu bara

Industri logam dasar

Industri barang dari logam, mesin, dan peralatannya

Industri pengolahan lainnya

Untuk keperluan perencanaan anggaran negara dan analisis pembangunan, pemerintah membagi sektor industri pengolahan menjadi tiga subsektor yaitu:

  1. Subsektor industri pengolahan nonmigas
  2. Subsektor pengilangan minyak bumi, dan
  3. Subsektor pengolahan gas alam cair.