Menjelaskan Sejarah Agama di Dunia dan Indonesia dengan singkat

Sejarah Agama di Dunia

Sekitar tahun 3000 SM, dunia belum ada agama. Lalu agama hindu muncul di india. Sehingga agama hindu merupakan agama yang tertua didunia. Berkembanglah ajaran hinduisme di daerah yang kita kenal sebagai india saat ini. Lalu masih dibenua asia, ajaran lain muncul Judaism. Jalan hidup para yahudi. Lalu tepat di tetangganya agama hindu, lahirlah agama buddha. Oleh karena itu,  ajaran hindu dan buddha ada keterkaitan sedikit. Agama masuk ke Indonesia secara bersamaan. Ajaran buddha pun berkembang juga.Wafat yesus kristus, maka lahirlah agama Kristen.

Sudah masuk ke tahun sesudah masehi agama kristen pun menyebar ke Eropa. Perolehan sementara. Agama buddha masih unggul dengan cakupan pengikut terbanyak. Lalu lahirlah Nabi Muhammad di timur tengah, agama Islam pun muncul sebagai agama yang paling muda didunia. Perlahan agama Islam menyebar, sama seperti agama lainnya. Agama pun sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Misionaris kristen menyebar agamanya ke benua baru, Amerika proses penyebaran agama ini efektif sehingga agama kristen makin mendominasi. Pada akhirnya seluruh dunia menganut yang namanya Agama. Walau berbeda keyakinan, namun kita semua harus tetap rukun. Semua agama itu intinya sama, yaitu mengajarkan yang hal baik kepada umatnya. Jadi harus saling menghormati.

Sejarah Agama di Indoensia

Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia.

Hindu dan Buddha telah dibawa ke Indonesia sekitar abad kedua dan abad keempat Masehi ketika pedagang dari India datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Hindu mulai berkembang di pulau Jawa pada abad kelima Masehi dengan kasta Brahmana yang memuja Siva. Pedagang juga mengembangkan ajaran Buddha pada abad berikut lebih lanjut dan sejumlah ajaran Buddha dan Hindu telah memengaruhi kerajaan-kerajaan kaya, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra. Sebuah candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur, telah dibangun oleh Kerajaan Sailendra pada waktu yang sama, begitu pula dengan candi Hindu, Prambanan juga dibangun. Puncak kejayaan Hindu-Jawa, Kerajaan Majapahit, terjadi pada abad ke-14 M, yang juga menjadi zaman keemasan dalam sejarah Indonesia.

Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 melalui pedagang Arab. Islam menyebar sampai pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur pulau Jawa. Pada periode ini terdapat beberapa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad ke-15 M, 20 kerajaan Islam telah dibentuk, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia.

Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.

Perubahan penting terhadap agama-agama juga terjadi sepanjang era Orde Baru. Antara tahun 1964 dan 1965, ketegangan antara PKI dan pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, mengakibatkan terjadinya konflik dan pembunuhan terburuk pada abad ke-20. Atas dasar peristiwa itu, pemerintahan Orde Baru mencoba untuk menindak para pendukung PKI, dengan menerapkan suatu kebijakan yang mengharuskan semua untuk memilih suatu agama, karena kebanyakan pendukung PKI adalah ateis. Sebagai hasilnya, tiap-tiap warganegara Indonesia diharuskan untuk membawa kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka. Kebijakan ini mengakibatkan suatu perpindahan agama secara massal, dengan sebagian besar berpindah agama ke Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Karena Konghucu bukanlah salah satu dari status pengenal agama, banyak orang Tionghoa juga berpindah ke Kristen atau Buddha.