Menjelaskan Ruang Lingkup Semantik dengan singkat

Seperti dinyatakan bahwa semantik mencakup bidang yang sangat luas, baik dari struktur dan fungsi bahasa maupun dari segi interdisiplin bidang ilmu (Fatimah, 2009: 4). Tetapi dalam hal ini ruang lingkup semantik terbatas pada hubungan ilmu makna itu sendiri dibidang linguistik.

Faktor nonlingistik ikut mempengaruhi semantik sebagai fungsi bahasa non simbolik. Semantik adalah studi suatu pembeda bahasa dengan hubungan proses mental atau simbolisme dalam aktivitas bicara (Tarigan, 2004: 5).

Hubungan bahasa dengan proses mental dapat dinyatakan dengan beberapa cara. Beberapa pakar proses mental tidak perlu dipelajari karena membingungkan, sebagian lagi menyatakan bahwa proses mental harus dipelajari secara terpisah dari semantik, atau semantik dipelajari tanpa menyinggung proses mental.

Dalam kenyataannya, semantik atau makna berkaitan erat dengan struktur dan fungsi. Artinya struktur tanpa makna dan manka tanpa struktur tidak mungkin ada. Jadi bentuk atau struktur, fungsi dan makna merupakan satu kesatuan dalam meneliti atau mengkaji unsur-unsur bahasa.

Dari adanya sejumlah tataran dan kompleksitas dapat dimaklumi bahwa meskipun makna dan lambang serta aspek semantik dan tata bahasa merupakan unsur-unsur yang tidak dapat dipisah-pisahkan, dalam menentukan hubungan semantik dan linguistik masih terdapat sejumlah perbedaan. Ada pengkaji yang lebih senang menyebut semantik dengan teori makna dan langsung memasukkannya kedalam bidang filsafat bahasa (Aminuddin, 2001: 27).

Pada sisi lain ada juga pengkaji yang beranggapan bahwa selama dalam abstraksi dan proses relasi dan kombinasi, makna masih merupakan sesuatu yang abstrak sehingga kajian empiris dan hasil studi yang saintifik tidak mungkin dapat dilaksanakan dan dicapai.