Menjelaskan Reproduksi dan Siklus Hidup dengan singkat

Menurut Kennish (1990) dan Nybakken (1988) sebagian besar diatom melakukan reproduksi melalui pembelahan sel vegetatif. Hasil pembelahan sel menjadi dua bagian yaitu bagian atas (epiteka) dan bagian bawah (hipoteka). Selanjutnya masing-masing belahan akan membentuk pasangannya yang baru berupa pasangan penutupnya. Bagian epiteka akan membuat hipoteka dan bagian hipoteka akan membuat epiteka.

Pembuatan bagian-bagian tersebut disekresi atau diperoleh dari sel masing-masing sehingga semakin lama semakin kecil ukuran selnya. Dengan demikian ukuran individu-individu dari spesies yang sama tetapi dari generasi yang berlainan akan berbeda. Reproduksi aseksual seperti ini menghasilkan sejumlah ukuran yang bervariasi dari suatu populasi diatom pada suatu spesies. Ukuran terkecil dapat mencapai 30 kali lebih kecil dari ukuran terbesarnya (Kennish, 1990). Tetapi proses pengurangan ukuran ini terbatas sampai suatu generasi tertentu. Apabila generasi itu telah tercapai diatom akan meninggalkan kedua katupnya dan terbentuklah apa yang disebut auxospore.

Proses seperti diatas digambar kan pula oleh Parsons dkk(1984) menyatakan bahwa reproduksi seksual dan pembentukan spora mungkin juga terjadi pada diatom. Dari gambar tersebut terlihat pengurangan ukuran sel selama pembelahan aseksual (1 s.d 2), reproduksi seksual dengan susunan gamet-gamet berflagel (2 s.d. 3), pembentukan auxospore (4). Pembentukan spora non aktif (resting spore) mungkin juga terjadi (5) secara langsung dari sel vegetatif. Laju penggandaan sel diatom berlangsung sekitar 0.5 sampai 6 sel/hari.