Menjelaskan Pulau Jawa terdiri atas enam provinsi dengan singkat

  1. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  2. Provinsi Banten, dengan ibukota provinsi Kota Serang
  3. Provinsi Jawa Barat, dengan ibukota provinsi Kota Bandung
  4. Provinsi Jawa Tengah, dengan ibukota provinsi Kota Semarang
  5. Provinsi Jawa Timur, dengan ibukota provinsi Kota Surabaya
  6. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan ibukota provinsi Kota Yogyakarta

Dengan populasi 154 juta Jawa adalah sebuah pulau di mana lebih dari 60% dari penduduk Indonesia. Dengan kepadatan 1.220 jiwa / km┬▓, pulau ini juga salah satu pulau di dunia yang paling padat penduduknya. Sekitar 45% dari penduduk Indonesia berasal dari etnis Jawa. Namun, ketiga barat pulau (Jawa Barat, Banten dan Jakarta) memiliki kepadatan penduduk lebih dari 1.400 jiwa.

Bahasa

Tiga bahasa utama diucapkan di Jawa adalah Jawa, Sunda dan Madura. Bahasa lainnya diucapkan termasuk Betawi (dialek lokal Melayu di Jakarta), bahasa Osing dan bahasa Tengger (terkait erat dengan bahasa Jawa), bahasa Baduy (terkait erat dengan bahasa Sunda), bahasa Kangean (terkait erat dengan Madura), Bali , dan Banyumasan. Sebagian besar penduduk mampu berbicara dalam bahasa Indonesia, yang umumnya adalah bahasa kedua mereka.

Agama dan kepercayaan

Java adalah arena pertemuan agama dan budaya yang berbeda. Pengaruh budaya India datang pertama-Shiva dengan Hindu dan Buddha, yang menembus ke dalam dan menyatu dengan tradisi adat dan budaya masyarakat Jawa. Brahmana istana kerajaan dan penyair menyatakan kekuatan raja-raja Jawa, serta menghubungkan kosmologi Hindu komposisi politik mereka.

Meskipun Islam adalah agama mayoritas kemudian, kantong kecil Hindu yang tersebar di seluruh pulau. Ada populasi Hindu signifikan sepanjang pantai timur dekat Pulau Bali, terutama di sekitar kota Banyuwangi. Sementara masyarakat Buddhis pada umumnya hari ini di kota-kota besar, khususnya di kalangan Tionghoa-Indonesia.

Ekonomi dan Mata pencaharian

Awalnya, perekonomian Jawa sangat tergantung pada beras. Kerajaan kuno di Jawa, seperti Tarumanagara, Mataram dan Majapahit, sangat tergantung pada panen beras dan pajak. Java terkenal sebagai pengekspor beras sejak zaman kuno, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penduduk pulau ini.

Perdagangan dengan negara-negara Asia lainnya seperti India dan China sudah terjadi pada awal abad ke-4, yang dibuktikan dengan ditemukannya keramik Cina dari periode tersebut. Java juga terlibat dalam perdagangan rempah-rempah Maluku sejak era Majapahit hingga era Hindia Belanda (VOC). Perusahaan perdagangan mendirikan sebuah pusat administrasi di Batavia pada abad ke-17, yang kemudian dikembangkan oleh Hindia Belanda sejak abad ke-18.

Selama era kolonial, Belanda memperkenalkan budidaya berbagai tanaman komersial, seperti tebu, kopi, karet, teh, kina, dan lain-lain. Java kopi bahkan mendapatkan popularitas global di awal abad ke-19 dan abad ke-20, sehingga nama Java telah menjadi sinonim untuk kopi.

Dikutip dari: https://id.wikipedia.org/

Demikian Penjelasan Tentang Sejarah Terbentuknya Jawa Dari Aktivitas Gunung Berapi Hingga Masa Kerajaan Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca internet.Com

 

[irp]

[irp]