Menjelaskan Proses timbulnya Pranata Sosial dengan singkat

Pranata sosial tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang panjang. Proses timbulnya lembaga kemasyarakatan terkait dengan :

  • Norma-norma masyarakat

Supaya hubungan antar manusia sesuai dengan yang diharapkan, maka disusun norma-norma masyarakat. Mula-mula norma tersebut terbentuk tidak sengaja, namun lama-kelamaan norma itu dibentuk dengan sengaja. Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga (institusionalized) apabila norma tersebut memenuhi tahapan-tahapan diketahui, dipahami atau dimengerti, ditaati, dan dihargai oleh masyarakat.

  • Pengendalian Sosial (Social Control)

Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai segala proses, baik yang direncanakan maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi norma-norma yang berlaku. Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh individu terhadap individu lainnya atau mungkin dilakukan oleh individu terhadap satu kelompok sosial. Selain itu, pengendalian sosial dapat dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lainnya.

Dipandang dari sudut sifatnya pengendalian sosial terdiri atas :

  • Pengendalian sosial bersifat preventif

Pengendalian sosial ini merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan.

Misalnya, menyelenggarakan penyuluhan terhadap bahaya penggunaan narkoba di kalangan siswa SMA. Setelah para siswa memahami tentang bahaya penggunaan narkoba, diharapkan mereka menjauhi penggunaan narkoba.

  • Pengendalian sosial bersifat represif

Pengendalian sosial ini dilakukan setelah kejadian berlangsung. Misalnya, polisi menangkap pengedardan pemakai narkoba.

Wujud konkret pengendalian sosial harus diwujudkan dalam bentuk alat. Alat-alat yang digunakan untuk melaksanakan pengendalian sosial bermacam-macam.

Alat pengendalian sosial tersbut sebgai berikut :

  1. Mempertebal kekayaan keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma masyarakat.
  2. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma masyarakat.
  3. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakatapabila mereka menyimpang dari norma kemyasarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.
  4. Menciptakan system hokum, yaitu system tata tertib dengan sanksiyang tegas bagi pelanggar.