Menjelaskan Proses Terjadinya Hujan dengan singkat

Terjadinya hujan dikarenakan ada nya proses, yaitu :

  • Sinar matahari menyinari bumi, suatu energi dari sinar matahari ini akan menyebabkan terjadinya evaporasi (penguapan) di lautan, samudra, danau, sungai dan sumber air lainnya yang sehingga akan menghasilkan suatu uap-uap air.
  • Uap-uap air ini akan naik pada sebuah ketinggian tertentu dan akan mengalami suatu peristiwa yang disebut dengan kondensasi. Peristiwa kondensasi ini diakibatkan oleh sebuah suhu sekitar uap air lebih rendah daripada suatu titik embun uap air.
  • Lalu Uap-uap air ini akan membentuk sebuah awan. kemudian angin (yang terjadi karena perbedaan tekanan udara) akan membawa suatu butir-butir air.
  • Pada butir-butir air ini akan menggabungkan diri (proses ini disebut dengan koalensi) dan akan semakin membesar akibat dari turbelensi udara, butir-butir air ini akan di tertarik oleh sebuah gaya gravitasi bumi yang sehingga jatuh ke permukaan bumi.
  • Dan ketika jatuh ke suatu permukaan bumi, butir-butir air ini akan melewati sebuah lapisan yang lebih hangat di bawahnya. Yang sehingga butir-butir air sebagian kecil ini menguap lagi ke atas dan sebagian lainnya jatuh ke permukaan bumi yang disebut dengan hujan. Inilah yang dinamakan dengan hujan.

Siklus Air Hujan

Siklus air dibedakan menjadi 3 jenis (Mulyo, 2004) yaitu:

  1. Siklus pendek: Penguapan air laut – konveksi – kondensasi – terbentuk awan di atas lautan – hujan yang terjadi lautan.
  2. Siklus sedang: Penguapan air laut – konveksi – kondensasi – terbawa angin- kemudian air hujan tersebut mengalir kembali ke laut.
  3. Siklus panjang: Penguapan air laut – konveksi – turun hujan – terjadi aliran permukaan dan aliran bawah tanah – kemudian aliran permukaan ataupun aliran bawah tanah tersebut mengalir kembali ke laut.