Menjelaskan Proses dan Metode Reklamasi dengan singkat

Berikut Ini Merupakan Beberapa Proses dan Metode Reklamasi.

 

  • Sistem Timbunan

Reklamasi dilakukan dengan memakai cara penimbunan perairan pantai hingga muka lahan berada di atas muka air laut tinggi (high water level). Sistem timbunan dilakukan dengan dua tahap, yaitu:

    1. Hydraulic-fill: Tanggul dibuat terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan pengurugan,
    2. Blanket-fill: Tanah diurug terlebih dahulu, kemudian baru tanggul dibangun/dibuat dalam galian pada tepi.
  • Sistem Polder

Reklamasi dilakukan dengan menggunakan cara mengeringkan perairan yang akan direklamasi dengan alat, seperti pompa air yang berada didalam tanggul yang kedap air untuk dibuang keluar daerah lahan reklamasi. Lahan polder dibagi menjadi berpetak-petak, dengan parit-parit sebagai aliran air agar menuju parit utama yang selanjutnya dipompa kerah yang lebih tinggi dan dibuang kelaut.

Dan bangunan tanggul dibuat disekeliling lahan polder untuk melindungi lahan polder itu supaya air tidak masuk ke daerah tersebut. Porses atau metode ini bisa dipakai dengan menggunakan backhoe dredger serta cutter suction dredger.

  • Sistem Kombinasi antara Polder dan Timbunan

Reklamasi ini adalah sebuah gabungan sistem polder dan sistem timbunan, yaitu setelah lahan didapat dengan metode pemompaan, kemudian lahan tersebut ditimbun sampai dengan ketinggian tertentu sehingga perbedaan elevasi antara lahan reklamasi dan muka air laut tidak besar.

  • Sistem Drainase

Reklamasi sistem ini dipakai untuk wilayah pesisir yang datar serta lebih relatif rendah dari wilayah disekitarnya namun elevasi muka tanahnya masih lebih tinggi dari elevasi muka air laut.