Menjelaskan Program Kerja Kabinet Burhanuddin Harahap dengan singkat

Kabinet Burhanuddin Harahap ini mempunyai Program Kabinet yaitu:

  1. Mengembalikan kewibawaan (Gezag) moril pemerintah Cq kepercayaan Angkatan Darat dan Masyarakat kepada Pemerintah.
  2. Melaksanakan Pemilihan Umum menurut rencana yang sudah diitetapkan dan menyegerakan terbentuknya parlemen baru.
  3. Menyelesaikan perundang-undangan desentralisasi sedapat-dapatnya dalam tahun 1955 ini juga.
  4. Menghilangkan faktor-faktor yang menimbulkan inflasi.
  5. Memberantas korupsi.
  1. Meneruskan perjuangan mengembalikan Irian Barat ke dalam Wilayah Republik Indonesia.
  2. Memperkembangkan politik kerja sama Afrika – Asia berdasarkan politik bebas dan aktif menuju perdamaian.

Program tersebut diatas cukup praktis dan tidak terlalu banyak. Diantaranya program kabinet ini ada yang dapat dilaksanakan, tapi juga ada yang belum dapat terlaksana. Memang kita menyadari sekali bahwa kabinet ini tidak berumur panjang, hanya sekitar 6,5 bulan saja.

Program yang belum terlaksana adalah Pengembalian Irian Barat ke dalam Wilayah Negara Indonesia. Usaha ini baru berhasil pada masa pemerintahan Kabinet Kerja III yaitu pada tanggal 1 Mei 1963.

Program Kabinet yang berhasil dengan baik adalah

  1. Mengadakan perbaikan ekonomi, termasuk di dalamnya keberhasilan pengendalian harga, menjaga agar jangan terjadi inflasi dan sebagainya. Dalam masalah ekonomi kabinet ini berhasil cukup baik. Dapat dikatakan kehidupan rakyat semasa kabinet cukup makmur, harga barang tidak melonjak naik akibat inflasi.
  2. Berhasil ,menyelenggarakan pemilihan umum untuk anggota-anggota DPR.
  3. Berhasil mengembalikan wibawa pemerintah terhadap Angkatan Darat

Pemilihan umum di Indonesia yang pertama di selenggarakan pada tanggal 29 September 1955. Satu setengah bulan setelah terbentuknya kabinet ini. Sebagai ketua Lembaga Pemilihan Umum adalah Menteri Dalam Negeri waktu itu yaitu: Mr. Sunaryo yang berasaskan langsung, umum. Bebas, dan rahasia alias LUBER.

Yang paling menarik dari pemilihan umum saat itu, semua kontestan ikut duduk dalam kepanitian Pemilu, mulai tingkat pusat sampai ke PPD, PPS bahkan sampai ke KPPS. Biasa dikatakan yang menjadi panitia Pemilihan Umum waktu itu adalah Pemerintah bersama Parpol. Sehingga karena Parpol yang menjadi kontestan pemilu, terjun juga dalam kepanitiaan, maka keadilan dan keberhasilan jalannya pemilu lebih terjamin sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia. Sehingga kepanitiaan yang mana kontestan ikut terlibat di dalamnya lebih baik. Sebab apabila seorang anggota panitia mau melakukan kecurangan takut dan segan kepada panitia lain yang dari partai lain. Maka ia akan jaga diri Partainya (Bibit.1985:168).

Hasil dari pemilihan umum tanggal 29 September 1955 adalah:

  • PNI : 57 kursi 15. Partai Buruh : 2 kursi
  • Masyumi : 57 kursi 16. PRI : 2 kursi
  • Partai NU : 45 kursi 17. PRIM : 2 kursi
  • PKI : 39 kursi 18. AKUI : 1 kursi
  • PSII : 8 kursi 19. ACOMA : 1 kursi
  • Parkindo : 8 kursi 20. PPTI : 1 kursi
  • Partai Katolik : 8 kursi 21. PRD : 1 kursi
  • PSI : 6 kursi 22. R.Sujono P : 1 kursi
  • PERTI : 5 kursi 23. PIR Wongso : 1 kursi
  • IPKI : 4 kursi 24. PIR Hazairin : 1 kursi
  • GPP : 4 kursi 25. Permei : 1 kursi
  • PRN : 2 kursi 26. Baperki : 1 kursi
  • P3RI : 2 kursi 27. Parindra : 1 kursi
  • Murba : 2 kursi 28. Peratuan Daya : 1 kursi