Menjelaskan Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling dengan singkat

Prinsip yang berasal dari bahasa latin, yakni prinsipia, dapat diartikan sebagai permulaan yang dengan suatu cara tertentu melahirkan hal-hal lain, prinsip ini merupakan hasil paduan antara kajian teoritik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan suatu yang dimaksudkan.

 Jadi kalau berbicara tentang prinsip – prinsip bimbingan dan konseling, maka kita berbicara tentang pokok dasar pemikiran yang dijadikan pedoman dalam program pelaksanaan atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan.

Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa prinsip bimbingan dan konseling adalah seperangkat landasan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaaan program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Dalam layanan bimbingan dan konseling perlu diperhatikan sejumlah prinsip yaitu:

 

  1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran

    1. Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku agama dan status sosial
    2. Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan
    3. Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu. Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.
  2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan permasalahan

    1. Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah, serta dalam kaitannya dengan kontrak sosial, pekerjaan dan sebaliknya pengaruh lingkungan tehadap kondisi mental dan fisik individu.
    2. Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan
  1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program

    1. Bimbingan dan konseling merupakan bagian dari integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu, oleh karena itu program bimbingan dan konseling harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta 2
    2. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidik yang terendah sampai
    3. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diarahkan
  2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan

    1. Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahan.
    2. Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan akan dilaksanakan oleh individu hendaknya atas kemampuan individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain
    3. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
    4. Kerjasama antara guru pembimbing, guru lain dan orang tua yang akan menentukan hasil
    5. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.