Menjelaskan Perubahan Proses Metamorfosis Amfibia dengan singkat

Pada amphibi, metamorphosis selalu dikaitkan antara larva dengan perubahan lingkungan hidupnya yaitu dari lingkungan perairan menjadi individu yang dapat bertahan hidup di darat. Sejalan dengan perubahan lingkungan inin sejalan dengan perubahan material makanan. Perubahan pola organisasi hewan selam metamorphosis ada yang berjalan progresif dan ada yang berjalan regresif, oleh karena itu digolongkan menjadi tiga kelompok :

  1. Struktur-struktur atau organ-organ yang diperlukan selama masa larva tetap terdapat organ lain yang memilki struktur atau fungsi sama pada hewan dewasa mungkin hilang semua.
  2. Beberapa orga tumbuh dan berkembang selama dan setelah proses metamorphosis.
  3. Organ-organ yang ada dan berfungsi selama masa sebelum dan setelah metamorphosis mengalami perubahan sesuai model dan kebutuhan hidup dari individidu dewasa.

Proses regresif selama metamorphosis berudu katak adalah ekor yang panjang dan semua strukturnya mengalami resorpsi, penutup insang akan menutup dan rongga peribrankia juga menghilang. Gigi tanduk yang ada di sekitar mulut akan mengalami penataan kembali menjadi gigi-gigi yang terletak pada permukaan rahang, sementara bentuk mulutnya mengalami perubahan. Bumbung kloaka mengalami reduksi dan pemendekan. Beberapa pembuluh darah juga mengalami reduksi termasuk bagian-bagian dari arkus aortikus. Proses pemebntukan organ baru selama metamorphosis adalah perkembangan kaki yang sangat progesif terutama penambahan ukuran dan perubahan bentuk. Kaki depan yang tumbuh dalam selaput operculum, memcah dan tumbuh ke luar. Telinga tengah berkembang dan berhubungan dengan celah faring pertama.

Membrane timpani tumbuh dengan baik di sokong  oleh rawan timpani. Mata terdesak kea rah dorsal kepala dan kelopak mata tumbuh. Lidahnya tumbuh baiak di dasar mulut. Organ-organ yang tetap  berfungsi sebelum dan sesudah masa larva adalah kulit dan saluran pencernaan. Kulit berudu ditutup oleh dua lapisan epidermis. Selam metamorphosis, jumlah lapisan epidermis meningkat sehingga terjadi penebalan dan pada permukaannya akan mengalami penandukan. Kelenjar-kelenjar serosa dan mukosa akan tumbuh pada epidermis dan kemudian tenggelam sapai ke jaringa ikat pada lapisan dermis. Organ hilang selama proses metamorphosis. Warna pigmen kulit juga mengalami perubahan, baik pola maupun warnanya. Saluran pencernaan yang sebelumnya sangat panjang dan melingkar pad masa larva, mengalami pemendekan kea rah depan dan menjadi relative lurus pada hewan dewasa (Surjono,2001).

Selain perubahan morfologis, amphibi juga  mengalami perubahan fisiologis. Fungsi endokrin pancreas katak mulai terjadi selama metamorphosis katak berkaitan dengan perubahan fungsi hati dalam mengubah glukosa menjadi glikogen. Perubahan lain yaitu perubahan sistem ekskresi pada berudu produk ekskresi berupa amoniak dapat dengan mudah dibuang ke lingkungan perairan melui proses difusi dari tubuh. Tetapi pada hewan dewasa hal ini tidak dapat dilakukan. Sementara itu, deposit amoniak yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan. Seekor katak mengekskresikan urea dan sedikit sekali dalam bentuk amoniak. Perubahan ini terjadi pada masa akhir metamorphosis yaitu ketika hati mengalami perubahan fungsi dan membantu sintesis urea dan amoniak yang dihasilkan. Proses reduksi insang dan ekor berudu dipengaruhi oleh autolysis dari komponen jaringan organ tersebut, dibantu oleh sel-sel makrofag yang memakan sisa-sisa sel yang mengalami kematian..