Menjelaskan Perubahan Bentuk Energi dengan singkat

Energi dapat berubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi lainnya. Suatu bentuk energi akan terlihat manfaatnya setelah berubah bentuk menjadi bentuk energi yang lain. Beberapa contoh perubahan bentuk energi adalah sebagai berikut:

  • Perubahan energi kimia menjadi energi gerak
    Contohnya: bensin dan solar digunakan sebagai bahan bakar yang dapat menjadikan mobil bergerak.
  • Perubahan energi gerak menjadi energi panas
    Contoh: kedua tangan yang digosokkan akan terasa hangat.
  • Perubahan energi gerak menjadi energi bunyi
    Contoh: saat kita bertepuk tangan akan terdengar bunyi.
  • Perubahan energi panas menjadi energi gerak
    Contoh: kertas yang dibentuk spiral akan berputar saat dipanaskan di atas lilin.
  • Perubahan energi kimia menjadi energi panas
    Contoh : energi dari makanan yang menghasilkan panas setelah dimakan.
  • Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya
    Contoh: lampu neon, lampu pijar, televisi
  • Energi listrik menjadi energi panas
    Contoh: setrika, magic jar, solder, dispenser dan oven.
  • Energi listrik menjadi energi gerak
    Contoh: Kipas angin, Mixer, bor listrik dan Mesin cuci.
  • Energi gerak menjadi energi listrik
    Contoh: Kincir angin, generator.
  • Energi listrik menjadi energi bunyi
    Contoh: Bel listrik, klakson mobil.

Energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut hukum kekekalan energi. Albert Einstein mengemukakan pendapatnya tentang hukum kekekalan materi dan energi, bahwa pada waktunya orang dapat mengubah unsur menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi unsur kembali. Para ahli menegaskan pendapat Einstein dengan mengemukakan bahwa unsur dan energi adalah dua macam bentuk yang berlainan, maka tetap berlaku hukum kekekalan. Bahwa untuk energi dapat diubah dari yang satu ke yang lain, tetapi jumlah akhir adalah tetap.

Bagan di bawah ini memperlihatkan secara skematis energi asal radiasi surya maupun buatan manusia diubah bentuknya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.

  1. Pada proses I : Sinar matahari ditangkap oleh daun tumbuh-tumbuhan, dikumpulkan dalam bentuk kayu dan biomassa sebagai kayu bakar atau biomassa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
  2. Pada proses II : menunjukkan pada radiasi surya yang memanasi atmosfer, sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar.
  3. Pada proses III : lautan dipanaskan, terjadi dua hal, yang pertama air naik sebagai uap menjadi awan dan turun lagi ke bumi dalam bentuk hujan. Hujan yang turun di gunung dan air mengalir di sungai merupakan potensi tenaga air. Kedua, lautan dipanaskan, lapisan laut sebelah atas lebih panas daripada lapisan bawah. Panas ini merupakan potensi energi yang dapat dimanfaatkan dengan cara konversi energi panas laut (KEPL).
  4. Pada proses IV : panas matahari dimanfaatkan secara langsung sebagaimana terjadi pada menjemur pakaian, menjemur ikan kering, dll.
  5. Pada proses V, VI, dan VII : pemanfaatan panas matahari dilakukan dengan kolektor buatan manusia, dimaksudkan sebagai alat untuk penangkap dan pengumpul sinar matahari.