Menjelaskan Permasalahan Tanah dengan singkat

Penurunan kesuburan tanah

  • Alih Guna Hutan Menjadi Tanaman Semusim.
    Alih guna lahan dari utan menjadi tanaman semusim mengakibatkan perubahan sistem yang terdapat didalamnya. Sehingga tanah yang sebelumnya subur karena sirklus hara yang tertutup, saat penggunaan lahan menjadi pertanian intensif unsur hara terserap terus menerus tanpa adanya masukan BO dari sekitarnya.
  • Pola Tanam Yang Salah
    Pola tanam yang duterapkan petani salah dengan adanya satu jenis komoditas yag ditanam setiap musimnya tanpa adanya pergiliran tanaman, sehingga unsur hara yang ada di tanah diambil secara terus menerus sesuai dengan kebutuhannya.

  • Penggunaan Pupuk Kimia Secara Terus Menerus.
    Penggunaan pupuk kimia yang diterapkan petani selama revolusi hijau menjadikan kerusakan tanah karena residu yang disebabkan bahan kimia. Tanah yang terkena bahan kimia terus menerus akan mengalami degradasi kesuburan dan mengalami ketergantungan akan bahan kimia.

  • Terjadinya Leaching Unsur Hara.
    Leaching atau pencucian akan mengakibatkan kehilangan unsur hara karena terbawa oleh air turun ketanah yang paling bawah sehingga slit diambil akar bahkan tidak dapat diambil akar tanaman.

  • Terjadinya Penguapan Unsur Hara.
    Penguapan unsur hara dapat menyebabkan kesuburan tanah menurun dikarenakan tanah tidak tertutup tanaman, sehingga sinar matahari dapat langsung mengenai tanah.

  • Bencana Alam.
    Bencana alam ini yang dapat menyebabkan menurunnya kesuburan tanah adalah adanya tsunami, banjir dan longsor. Karena dapat mengikis tanah dan menghilangkan bagian yagn subur.

  • Bekas Pertambangan Yang Semakin Berkembang.
    Penurunan kesuburan tanah terjadi di daerah pertambangan yang merusak ekosistem dan meninggalkan logam berat yang merusak tanah. Sehingga sulit untuk ditanami..

  • Masukan Bo Yang Rendah.
    Akibat dari pertanian yang intensif dan penggunan tanaman semusim mengakibatkan pemasukan bahan organik rendah seperti seresah.

  • Penggunaan Pestisida Kimia.
    Penggunaan pestisida kimia untuk membunuh hama dan penyakit akan mempengaruhi kesuburan tanah juga karena residu yang ditimbulkan. Saat pengaplikasian pestisida pasti mengenahi tanah.

  • Bahan Induk Sudah Resisten Terlapuk.
    Tanah yang sudah mengalami tingkat pelapukan lanjut akan cenderung ketersediaan haranya rendah. Karena masukan dari bahan induk yang telah resisten terlapuk.

  • Tanaman Penutup Tanah Sedikit.
    Penutup tanah yang sedikit atau kurang sehingga tanah terbuka menyebabkan leaching, penguapan dan erosi. Karena itu penutup tanah menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Selain itu penutup tanah bisa juga sebagai masukan BO.

  • Rendahnya Biodiversitas Dalam Tanah.
    Rendahnya biodiversitas dalam tanah menyebabkan kesuburan menurun karena organisme/mikroorganisme merupakan faktor dan indikator kesuburan tanah. Kehidupan organisme/mikroorganisme yang membuat lubang untuk menambah pori-pori tanah, mempercepat pelapukan BO dan menghasilkan kotoron yang digunakan tanaman untuk kebutuhan hara.

  • Sifat Irreversible Tanah.
    Sifat irreversible tanah jika telah mengalami kerusakan karena salah pengolahan mengakibatkan sifat tanah tersebut tidak dapat kembali seperti semula.

Erosi Tanah

Terjadinya erosi mengakibatkan kesuburan tanah menurun sebab bagian top soil yang subur tererosi. Semakin besar erosi yang terjadi kesuburan tanah juga akan menurun drastis dan mengakibatkan longsor yang malah mengakibatkan kehilangan solum tanah.

Pencemaran tanah

Limbah Pabrik Yang Mencemari Tanah. Pembuangan limbah-limbah pabrik dapat menurunkan kesuburan tanah karena terjadi pencemaran yang mengakibatkan tanaman sulit tumbuh.

Penanggulangan :

  1. Konservasi tanah secara fisik, kimiawi & biologis, mis. dengan terasering, penanaman contour, penanaman dalam jalur (strip cropping).
  2. Penggunaan pupuk organik & penanaman dengan rotasi.
  3. Penghutanan kembali.
  4. Pengurangan penggaraman & penggenangan (waterlogging).
  5. Evaluasi tata guna lahan.
  6. Keputusan Pemerintah berdasarkan evaluasi lahan (potensi, kesesuaian, faktor sosioekonomi) à pengelolaan sesuai dengan Tata Ruang Nasional RI
  7. Informasi tentang sumberdaya lahan yang diperlukan (mis. untuk pertanian: informasi iklim, tanah, hidrologi dsb.)
  8. Konservasi

Daftar Pustaka

  • Harmanto ,Gatot. 2008. Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2. Penerbit Yrama Widya: Bandung.
  • http://agro-sosial.blogspot.com/2013/01/karakteristik-tanah-ultisol-podsolik.html
  • http://putroeintan.blogspot.com/2011/07/tanah-pasir.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Humus
  • http://triegeography.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-tanah-diindonesia.html
  • http://nydalchubby-iniminnie.blogspot.com/2011/10/makalah-mengenaitanah.html
  • http://ariadiyudha.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-dan-persebaran-tanahdi.htm