Menjelaskan Perkembangan Sosialisme Indonesia dengan singkat

Salah satu tokoh pendiri sosialisme di Indonesia adalah Sutan Sjahrir, ia lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909  dan meninggal di Zürich, Swiss, 9 April 1966. Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Ia adalah seorang politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947.

Pada masa perjuangan dalam perebutan Kemerdekaan RI dari penjajahan Jepang, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah anti-fasis. Anggota jaringan gerakan bawah tanah kelompok Syahrir adalah kader-kader PNI(Pendidikan Nasional Indonesia) Baru yang tetap meneruskan pergerakan dan kader-kader muda yakni para mahasiswa progresif.

Lalu pada November 1945 Syahrir didukung pemuda dan ditunjuk Soekarno menjadi formatur kabinet parlementer. Pada usia 36 tahun, Syahrir ikut dalam memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia, sebagai Perdana Menteri termuda di dunia, merangkap Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.

Selepas memimpin kabinet, Sutan Syahrir diangkat menjadi penasihat Presiden Soekarno sekaligus Duta Besar Keliling. Dan juga Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada bulan Februari 1948. Sosialisme Sjahrir berpijak kepada penghormatan nilai-nilai demokrasi dan humanisme.

Menghargai dan mengutamakan kemerdekaan individu-individu masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, Sjahrir berpendapat bahwa Revolusi Indonesia hendaknya melebarkan sayap jauh melampaui batas-batas kemerdekaan nasional untuk menanamkan kemajuan sosial-ekonomi yang berakar luas.

Sjahrir tegas membedakan paham sosialisme yang hendak diperjuangkannya di Indonesia dengan sosialisme yang ada di Eropa Barat maupun sosialisme yang ditawarkan komunis. Pergumulannya atas paham-paham sosialisme di Eropa Barat dan kekhawatirannya akan komunisme totaliter membawanya pada pemikirannya tentang sosialisme yang sesuai bagi Indonesia, yaitu sosialisme-kerakyatan.

Tahun 1955 PSI (Partai Sosialis indonesia) gagal mengumpulkan suara dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. Hubungan Sutan Syahrir dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan tahun 1960. Tahun 1962 hingga 1965, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan tanpa diadili sampai menderita stroke.

Dalam perkembangannya, ternyata sosialis sampai sekarang masih berkembang. Dengan adanya Komunitas Sosialis Indonesia (KSI) yang didirikan oleh profesional muda yang pernah aktif dalam keorganisasian sosialisme demokrasi di Indonesia. Komunitas ini berasaskan Kemanusiaan, Kerakyatan, Kebebasan, Keadilan dan Solidaritas. Tujuan organisasi ini yaitu menciptakan masyarakat sosialis yang demokratis.

Ciri-Ciri Ideologi Sosialisme

Berikut ini beberapa ciri-ciri ideologi sosialisme diantaranya yaitu:

  • Mementingkan kekuasaan dan kepentingan negara.
  • Tidak ada kelas kaya dan miskin atau pun kelas majikan dan buruh, sebab semua sama.
  • Mencita-citakan masyarakat yang didalamnya dapat bekerja sama dan solidaritas dengan hak-hak yang sama.
  • Hak milik pribadi atas alat-alat produksi mesin diakui secara terbatas.
  • Mencapai kesejahteraan dengan cara damai dan demokratis.
  • Berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dan perbaikan nasib buruh dengan luwes secara bertahap.
  • Sosialisme berpegang pada prinsip-prinsip kesederajatan dan pemerataan.
  • Paham ini mempunyai pemikiran ekonomi negara centeris yaitu untuk mengatasi kesenjangan.
  • Pemikiran politik sosialisme ialah bahwa negara sangat diperlukan untuk membina dan mengkoordinasikan kebersamaan.
  • Pemikiran keagamaan sosialisme terpengaruh kuat oleh pemikiran yang berdasarkan ajaran agama bahwa manusia harus saling tolong menolong.

Contoh Ideologi Sosialisme

Negara yang manganut sosialisme dalam konstitusinya diantaranya yaitu Suriah, Srilangka, India, Bangladesh, Bolivia, Aljazair. Adapun perbuatan yang mencerminkan sosialisme yaitu:

  1. Gotong royong.
  2. Membantu kecelakaan.
  3. Mengerjakan pekerjaan untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih.

Tidak Setuju (Kontra) terhadap Sosialisme

Tidak setuju atau kontra terhadap Sosialisme yaitu dengan beberapa alasan diantaranya:

  1. Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.
  2. Membatasi kebebasan System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
  3. Mengabaikan pendidikan moral Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagis

Demikianlah pembahasan mengenai Sosialisme adalah: Sejarah, Perkembangan, Ciri Contoh dan Kontra semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: