Menjelaskan Peninggalan Kerajaan Kalingga dengan singkat

Berikut adalah berbagai peninggalan dan sumber sejarah yang dapat diamati untuk mempelajari Kerajaan Kalingga.

  • Prasasti Tuk Mas (Tukmas)

Prasasti ini ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ditulis memakai huruf palawa dalam bahasa Sanskerta.

Isi prasasti menjelaskan tentang mata air yang amat bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air itu diibaratkan sama dengan Sungai Gangga di India. Terdapat gambar-gambar emblem Hindu seperti: keong, kendi, trisula, cakra, bunga teratai dan kapak di dalam prasasti.

  • Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti memakai aksara Kawi dalam bahasa Melayu Kuno. Diperkirakan prasasti ini sudah ada dari semenjak abad ke-7 masehi.

Prasasti memuat family dari figur utamanya yaitu Dapunta Salendra, anak dari Santanu dan ibunya yang benama Bhadrawati. Sementara istrinya mempunyai nama Sampula. Boechari () berasumsi bahwa figur yang mempunyai nama Dapunta Sailendra ialah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Medang.

Kedua temuan prasasti Sojomerto mengindikasikan bahwa dulunya, di area pantai unsur utara Jawa tengah berkembang kerajaan bercorak Hindu Siwais. Catatan ini mengindikasikan adanya hubungan Kalingga dengan Wangsa Sailendra dan Kerajaan Medang yang berkembang lantas di Jawa unsur Tengah Selatan.

  • Candi Angin

Candi Angin ditemukan di desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karena letaknya yang paling tinggi (berangin) tetapi boleh disebutkan tidak roboh tertiup angin, maka candi ini disebut Candi Angin.

Berdasarkan keterangan dari para peneliti, Candi Angin bahkan lebih tua dari Candi Borobudur. Beberapa Ahli malah berasumsi bahwa Candi ini di bina oleh insan purba sebab belum ada ornamen-ornamen Hindu-Buddha.

  • Candi Bubrah

Candi Bubrah adalahsalah satu Candi Buddha yang berada dalam perumahan Candi Prambanan. Tepatnya, salah satu Percandian Rara Jonggrang dan Candi Sewu. Candi ini ditemukan di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Candi ini diduga sebetulnya mempunyai ukuran 12 m x 12 m tercipta dari batu andesit. Namun, yang tersisa dari candi ini hanyalah reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat ditemukan terdapat sejumlah arca Buddha, tetapi wujudnya telah tidak utuh lagi.

Disebut candi Bubrah sebab Candi ini ditemukan dalam suasana rusak yang dalam bahasa Jawa ialah “bubrah”. Perkiraan semua Ahli, Candi ini di bina pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno yang masih bersangkutan dengan Kerajaan Kalingga.

  • Situs Puncak Sanga Likur

Situs ditemukan di Puncak Gunung Muria, yaitu Rahtawu, tidak jauh dari Kecamatan Keling. Di lokasi situs, ditemukan empat arca batu, yakni:

  1. Arca Batara Guru
  2. Narada
  3. Togog
  4. Wisnu

Hingga ketika ini belum dapat dijamin bagaimana keempat arca itu dapat dibawa ke puncak gunung, menilik medan pemanjatan yang begitu berat. Di samping keempat arca tersebut, Prasasti Rahtawun pun ditemukan pada tahun 1990 oleh Prof. Gunadi dan empat staffnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta.

Di area situs pun ditemukan enam lokasi pemujaan yang letaknya tersebar dari arah bawah sampai menjelang puncak gunung. Masing-masing diberi nama pewayangan: Bambang Sakri, Abiyoso, Jonggring Saloko, Sekutrem, Pandu Dewonoto, dan Kamunoyoso.

Demikianlah pembahasan mengenai Kerajaan Kalingga: Sejarah, Sumber, Letak, Berdiri, Silsilah, Perkembangan, Runtuh dan Peninggalan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: